Jakarta, MINA – Radio Silaturahim (Rasil) menegaskan pentingnya sikap tawadhu dan komitmen kolektif dalam perjuangan dakwah sebagai fondasi untuk memperkuat peran media dakwah penyiaran di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Penegasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kerja Rasil 2026 yang digelar di Cibubur, Rabu (17/12), yang menjadi forum evaluasi sekaligus perumusan arah strategis Rasil ke depan.
Komisaris Radio Silaturahim, Ir. Faried Thalib, mengatakan dakwah sejati tidak berhenti pada formalitas penyiaran, melainkan menuntut keselarasan antara niat, sikap, dan kerja nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, sikap rendah hati (tawadhu) menjadi kunci agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh umat serta mampu menyentuh nurani pendengar secara lebih luas.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Faried menegaskan, perjuangan dakwah melalui media radio harus dibangun secara bersama-sama dan menjauhi sikap individualistis.
“Dakwah yang efektif lahir dari kebersamaan dan komitmen yang kuat untuk terus berkhidmat kepada umat,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Rasil diposisikan sebagai media penyiaran dakwah yang dituntut untuk terus berkembang secara istikamah serta tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Rasil diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan produktivitas dan pemberdayaan umat melalui siaran yang edukatif, inspiratif, dan solutif.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Komitmen tersebut tercermin dari dorongan internal untuk menegakkan adab dalam seluruh lini penyiaran. Upaya ini dinilai penting guna memperkuat kepercayaan pendengar sekaligus menumbuhkan nilai-nilai []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic