Jakarta, MINA — Pendaki gunung dan aktivis buruh Mangihut Hasudungan, yang akrab disapa Bang Iyut, menyampaikan orasi reflektif dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/11).
Melalui ilustrasi sederhana namun menggugah, ia mengajak ribuan peserta apel untuk merenungkan betapa berat penderitaan rakyat Gaza.
Bang Iyut membuka orasinya dengan bercerita tentang pengalamannya menyaksikan gempa bumi yang terjadi ratusan kali dalam sehari di Nusa Tenggara Timur.
Dalam kondisi seperti itu, tidur pun terasa seperti terkena getaran dentuman bom.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
“Saya mengilustrasikan bagaimana gempa bumi yang berlangsung ratusan kali dalam sehari di Nusa Tenggara Timur. Dalam satu hari tidur seperti terkena getaran dentuman bom,” ujarnya.
Dari ilustrasi itu, Bang Iyut kemudian membandingkannya dengan kondisi di Gaza dan Tepi Barat. Menurutnya, rakyat Palestina merasakan gempuran bom setiap hari, jauh lebih dahsyat dari apa yang dialami masyarakat NTT.
“Bagaimana dengan pembantaian di Gaza dan Tepi Barat yang merasakan tiap hari digempur bom. Begitulah Gaza yang terlupakan,” tegasnya.
Bang Iyut kemudian mengapresiasi kehadiran ribuan peserta yang tetap bersedia berdiri di bawah terik matahari demi memberikan dukungan untuk Palestina.
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
“Kehadiran kita semua di sini yang masih mau panas-panasan untuk memberi dukungan Palestina,” tuturnya.
Matikan Ideologi Zionisme
Di akhir orasinya, Bang Iyut menyerukan perlawanan terhadap ideologi zionisme dan operator IDF yang menjadi alat penindasan terhadap rakyat Palestina.
“Matikan ideologi zionisme, dan matikan operator IDF,” pungkasnya.
Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina
Orasi Bang Iyut menjadi salah satu momen reflektif dalam pembukaan BSP 2026.
Melalui ilustrasi gempa dan bom, ia berhasil membawa peserta apel menyelami betapa berat penderitaan rakyat Gaza, dan mengingatkan bahwa kehadiran di Monas hari itu adalah bentuk kepedulian yang tidak boleh berhenti sampai di lapangan saja. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ketua Presidium AWG Bacakan Ulang Ikrar Pembebasan Al-Aqsa 20 Tahun Silam di Monas
















Mina Indonesia
Mina Arabic