Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudi Rekomendasikan Vaksin Haji, Jamaah Harus Divaksin 10 Hari Sebelum Keberangkatan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 6 Mei 2026 - 09:39 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:39 WIB

42 Views ㅤ

Vaksin jamaah haji (foto: X)

Jeddah, MINA – Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kesehatannya merekomendasikan tiga jenis vaksinasi bagi calon jamaah haji sebagai langkah utama menjaga kesehatan selama pelaksanaan ibadah. Jamaah diminta melengkapi vaksin tersebut paling lambat 10 hari sebelum puncak musim haji.

Otoritas kesehatan Saudi menegaskan bahwa vaksinasi menjadi garis pertahanan pertama untuk melindungi jamaah dari risiko penyakit menular di tengah kepadatan jutaan umat dari berbagai negara. Kebijakan ini juga bertujuan memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah secara aman dan optimal.

Tiga vaksin yang direkomendasikan meliputi vaksin meningitis meningokokus sebagai syarat utama, vaksin influenza musiman, serta vaksin COVID-19 sebagai perlindungan tambahan. Vaksin meningitis menjadi kewajiban karena penyakit tersebut mudah menular dalam kondisi kerumunan besar seperti haji.

Selain itu, sejumlah regulasi kesehatan juga menetapkan bahwa vaksinasi harus dilakukan dalam rentang waktu tertentu sebelum keberangkatan agar efektif membentuk kekebalan tubuh. Sertifikat vaksin bahkan menjadi bagian penting dalam proses administrasi perjalanan, termasuk penerbitan visa haji.

Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu

Dalam konteks global, kebijakan vaksinasi ini dinilai sangat krusial mengingat ibadah haji merupakan salah satu pertemuan massa terbesar di dunia. Para ahli kesehatan menyebut risiko penyebaran penyakit pernapasan, seperti influenza dan COVID-19, meningkat signifikan tanpa perlindungan imunisasi yang memadai.

Pemerintah Saudi juga menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap kepatuhan jamaah terhadap aturan kesehatan tersebut. Jamaah yang tidak memenuhi persyaratan berpotensi ditolak masuk atau tidak diizinkan melanjutkan rangkaian ibadah, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama selama musim haji. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel

Rekomendasi untuk Anda