Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Tegaskan Israel Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:10 WIB

17 Views ㅤ

Penjahat perang Benjamin Netanyahu (kanan). (Foto: X)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan negaranya tidak akan ditarik dari Jalur Gaza sebelum para pejuang Palestina Hamas sepenuhnya dilucuti.

Pernyataan tersebut memperlihatkan perbedaan sikap dengan usulan yang didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai gencatan senjata dan penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Palestina itu.

Dalam pernyataannya, Rabu (5/8) Netanyahu mengatakan pemerintah Israel tidak menerima rancangan kesepakatan yang diajukan Washington. Yedioth Ahroronth melaporkan.

Menurutnya, keamanan Israel tetap menjadi prioritas utama sehingga setiap proses penarikan pasukan hanya dapat dilakukan apabila Hamas telah menyerahkan seluruh persenjataannya dan tidak lagi memiliki kemampuan militer di Gaza.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Rencana yang dipromosikan Trump sebelumnya mengaitkan proses pelucutan senjata Hamas dengan penarikan bertahap militer Israel dari sebagian besar wilayah Gaza sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Namun, hingga kini implementasi kesepakatan tersebut masih terhambat akibat perbedaan pandangan mengenai urutan pelaksanaan dan mekanisme pengawasannya.

Di sisi lain, Hamas menegaskan bahwa pelucutan senjata tidak dapat dilakukan selama Israel masih melanjutkan operasi militer dan belum memenuhi komitmen dalam kesepakatan sebelumnya.

Kelompok itu juga menuntut penghentian serangan, peningkatan akses bantuan kemanusiaan, serta penarikan penuh pasukan Israel sebagai syarat menuju penyelesaian konflik.

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Penolakan Netanyahu juga diyakini dipengaruhi dinamika politik domestik Israel. Sejumlah tokoh sayap kanan dalam koalisi pemerintah secara terbuka mendesak agar operasi militer di Gaza tetap dilanjutkan hingga Hamas benar-benar dikalahkan.

Sikap tersebut mempersempit ruang kompromi pemerintah Israel dalam proses diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat dan sejumlah negara kawasan.

Sementara itu, kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk akibat berlanjutnya operasi militer. Jutaan warga Palestina masih hidup dalam pengungsian dengan keterbatasan akses terhadap pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal.

Sejumlah mediator internasional, termasuk Mesir dan Qatar, terus berupaya menjembatani perundingan guna mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan, namun perbedaan posisi antara Israel dan Hamas masih menjadi hambatan utama. []

Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Palestina
Palestina
Palestina