Tel Aviv, MINA — Hasil survei terbaru yang diterbitkan oleh media KAN menjelang pemilu Israel menyebut, Blok partai oposisi diproyeksikan meraih 52 kursi, unggul tipis dari blok Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang memperoleh 51 kursi.
Hasil tersebut dirilis menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
Dalam survei itu, Partai Yashar yang dipimpin mantan Kepala Staf militer Israel Gadi Eisenkot menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak, yakni 23 kursi. Sementara Partai Likud yang dipimpin Netanyahu berada di posisi kedua dengan 21 kursi.
Partai Together yang dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett diperkirakan memperoleh 12 kursi, sedangkan Partai Demokrat pimpinan Yair Golan dan Otzma Yehudit masing-masing mendapatkan delapan kursi. Partai-partai Arab diproyeksikan memperoleh total 13 kursi.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Meski unggul tipis, blok oposisi belum memiliki cukup kursi untuk membentuk pemerintahan sendiri. Dalam sistem politik Israel, diperlukan sedikitnya 61 dari 120 kursi Knesset untuk memperoleh mayoritas dan membentuk pemerintahan.
Hasil survei juga menunjukkan peta politik Israel masih terfragmentasi. Oposisi membutuhkan dukungan partai Arab atau kelompok lain untuk mencapai mayoritas, sementara sejumlah pemimpin oposisi sebelumnya menyatakan keberatan membentuk pemerintahan yang bergantung pada partai-partai Arab.
Pemilu 27 Oktober mendatang menjadi pemilu nasional pertama Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan rangkaian perang yang berlangsung setelahnya.
Sejumlah survei sebelumnya juga menunjukkan persaingan ketat antara Netanyahu dan kelompok oposisi, sehingga hasil akhir dan konfigurasi koalisi masih sulit dipastikan. []
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic