Yerusalem, MINA – Sir Vincent Fean, mantan Konsul Jenderal Inggris di Yerusalem mengatakan, rencana penutupan konsulat Inggris di Yerusalem oleh Israel akan “mengganggu,” namun “bukan akhir dari segalanya” bagi kiprah Inggris di Palestina.
Israel mengancam akan menutup fasilitas diplomatik Inggris, yang bekerja sama dengan organisasi politik, LSM, dan mitra ekonomi di Palestina, pada tanggal 8 Oktober.
“Hal ini memang mengganggu. Memang tujuannya untuk mengganggu,” ujar Fean, yang merupakan anggota dewan pengawas Britain Palestine Project, sebuah organisasi yang memperjuangkan kesetaraan hak bagi warga Palestina dan Israel.
“Pemerintah Israel ingin mengganggu hubungan kami dengan PLO dan Otoritas Palestina,” ujarnya kepada The New Arab.
Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur
Kendati demikian, Inggris akan terus bekerja sama dengan lembaga-lembaga Palestina melalui kedutaan besar Palestina di London, yang telah memperoleh status kedutaan besar penuh pada bulan Januari lalu.
Konsulat Inggris berlokasi di Yerusalem Timur, wilayah yang diduduki secara ilegal oleh Israel. Konsulat ini didirikan pada tahun 1838, atau 110 tahun sebelum berdirinya negara Israel.
Upaya penutupan konsulat tersebut melanggar hukum internasional, namun Inggris memiliki pilihan hukum yang terbatas untuk menentang langkah Israel ini.
“Jika berbicara mengenai upaya hukum, tidak banyak saluran yang bisa ditempuh. Mahkamah Internasional (ICJ) bisa menjadi salah satu pilihan, namun mekanismenya berjalan lambat, sementara perkembangan situasi ini berlangsung cepat,” kata Fean.
Baca Juga: Ben-Gvir Gunakan Kebencian terhadap Arab dan Islam sebagai Kampanye Pemilu
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengumumkan bulan lalu bahwa Inggris akan menjatuhkan sanksi terhadap kelompok pemukim Israel; ini merupakan salah satu pengumuman penting pertamanya sejak menjabat pada bulan Juli lalu. Sanksi tersebut diberlakukan sebagai tanggapan atas meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Sanksi tersebut juga melarang impor barang-barang dari permukiman Israel ke Inggris, serta menindak individu dan perusahaan yang menyediakan layanan untuk perluasan permukiman.
“Inggris memiliki tanggung jawab historis terhadap Palestina dan rakyat Palestina,” ujar Duta Besar Palestina Husam Zomlot kepada The New Arab di Konferensi Partai Buruh pekan lalu terkait sanksi tersebut.
“Oleh karena itu, kami berharap Inggris akan memimpin, bukan sekadar mengikuti, kampanye global untuk mengakhiri hal ini untuk selamanya,” tegasnya.
Baca Juga: Krisis Dana Paksa PBB Pangkas Bantuan Pangan bagi 500.000 Warga Gaza
Inggris juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengusir diplomat Israel jika Israel merealisasikan ancamannya untuk menutup konsulat di Yerusalem. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Drone Zionis Israel Tewaskan Empat Warga Palestina di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic