Jakarta, MINA – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut aturan seragam sekolah yang menyebabkan sejumlah pelajar dan guru perempuan berhijab mengalami hambatan untuk mengakses pendidikan.
Dalam keterangan yang diterima MINA, Senin (26/10), Amir Majelis Tarbiyah Pusat Jama’ah Muslimin, Agus Priyono, menyampaikan keprihatinan atas laporan penolakan terhadap pelajar dan guru yang mengenakan hijab di sejumlah sekolah di Azerbaijan.
Jama’ah Muslimin menilai penerapan aturan tersebut menimbulkan persoalan serius terkait kebebasan beragama dan hak memperoleh pendidikan, menegaskan bahwa setiap pelajar perempuan berhak mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi berdasarkan keyakinan dan busana yang dikenakannya.
“Melarang mereka untuk berhijab sama saja dengan memaksa mereka menentang perintah Tuhan yang menciptakan dan memberi mereka kehidupan,” demikian pernyataan Jama’ah Muslimin yang disampaikan Agus Priyono.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Jama’ah Muslimin juga menyeru pemerintah Azerbaijan untuk mempertimbangkan sejarah dan identitas keagamaan masyarakatnya. Kesadaran berhijab di kalangan pelajar dan guru perempuan semestinya dihormati sebagai bagian dari pelaksanaan keyakinan agama, bukan dipandang sebagai ancaman terhadap pemerintah.
Selain mendesak pencabutan aturan yang menghambat akses pendidikan, Jama’ah Muslimin meminta pemerintah Azerbaijan menjamin pelajar yang terdampak dapat kembali mengikuti pembelajaran tanpa diskriminasi. Pemerintah juga didorong memberikan penjelasan transparan mengenai dasar hukum aturan berpakaian di sekolah serta menyediakan mekanisme pengaduan yang adil bagi pelajar, orang tua, dan guru.
Jama’ah Muslimin menegaskan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara perlu berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak dasar warga, termasuk kebebasan beragama dan hak atas pendidikan.
Dalam pernyataannya, Jama’ah Muslimin menyebut sikapnya terkait larangan hijab ini didasari semangat persaudaraan Islam yang melampaui batas negara dan kebangsaan, serta mengajak umat Islam dan masyarakat dunia menyampaikan solidaritas secara bermartabat tanpa menumbuhkan kebencian terhadap bangsa atau kelompok tertentu.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Kepada para pelajar, guru, dan keluarga Muslim di Azerbaijan yang terdampak, Jama’ah Muslimin menyampaikan dukungan serta berharap mereka memperoleh perlindungan dan jalan keluar yang baik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic