Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Tutup Masjid Ibrahimi untuk Jamaah Muslim, Izinkan Ritual Yahudi

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - 20 jam yang lalu

20 jam yang lalu

16 Views

Masjid Ibrahimi Kembali Ditutup, Larangan Adzan Berlanjut
Penjajah Israel berlakukan larangan adzan dan pembatasan terhadarp jamaah Muslim di Masjid Ibrahimi. (Foto: X)

Al-Khalil, MINA – Otoritas penjajah Israel menutup total Masjid Ibrahimi di al-Khalil (Hebron), Tepi Barat selatan, untuk jamaah dan pengunjung Muslim pada Jumat (6/11). Penutupan ini beralasan hari raya Yahudi, menurut Palestinian Information Center (PIC).

Penutupan itu mencegah umat Muslim mengakses salah satu situs keagamaan terpenting mereka. Pada saat yang sama, pemukim Yahudi diizinkan masuk dan melakukan upacara keagamaan di dalamnya.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengatakan otoritas Israel memerintahkan masjid ditutup bagi umat Muslim sejak usai Shalat Jumat hingga Sabtu malam. Tujuannya mengakomodasi kunjungan pemukim dan perayaan hari raya Yahudi.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan pembatasan itu mencakup pelarangan jamaah dan karyawan Wakaf Islam memasuki masjid. Pembatasan juga melarang adzan dan pelaksanaan shalat selama penutupan.

Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi

Kementerian mengutuk langkah tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan beragama dan kesucian Masjid Ibrahimi. Kementerian memperingatkan pembatasan itu merupakan bagian dari kebijakan sistematis yang bertujuan men-Yahudikan situs suci Islam dan memberlakukan pembagian atas kapan dan di mana umat Muslim dan Yahudi dapat beribadah di dalam masjid.

Kementerian menyerukan organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk segera campur tangan. Mereka diminta menekan otoritas Israel menghentikan pelanggaran dan memastikan perlindungan situs suci Islam.

Penutupan terbaru ini terjadi di tengah rangkaian panjang tindakan Israel yang memengaruhi akses warga Palestina ke Masjid Ibrahimi dan Kota Tua al-Khalil sekitarnya.

Otoritas penjajah Israel sering menutup masjid bagi jemaah Muslim selama hari raya Yahudi. Mereka juga memberlakukan pembatasan militer tambahan terhadap warga Palestina, bisnis, dan pergerakan di seluruh area.

Baca Juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina dan Curi Hasil Panen

Langkah-langkah itu sering mencakup pengetatan keamanan, pembatasan di pos pemeriksaan militer, serta penutupan jalan dan pintu masuk menuju masjid. Bagi warga Palestina yang tinggal di Kota Tua al-Khalil, pembatasan ini semakin mempersulit kehidupan sehari-hari dan membatasi akses ke situs keagamaan, rumah, dan area komersial.

Pasukan Israel sebelumnya menutup Masjid Ibrahimi selama tiga hari mulai 28 September. Alasan saat itu untuk memfasilitasi perayaan pemukim pada hari raya Yahudi Sukkot. Pembatasan itu dilaporkan mencakup penutupan pos pemeriksaan dan gerbang elektronik menuju masjid, peningkatan kehadiran militer Israel di area sekitar, dan penutupan beberapa pasar di Kota Tua al-Khalil. Sepanjang September, masjid juga menyaksikan pembatasan tambahan, termasuk pelarangan jemaah Muslim masuk dan pengeluaran karyawan serta penjaga Wakaf Islam dari lokasi.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ribuan Tenda Terendam Banjir, Peringatan Ancaman Wabah Penyakit di Gaza

Rekomendasi untuk Anda