Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum PB Wanita Al-Irsyad: Solidaritas Palestina Tidak Boleh Berhenti di Panggung

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 2 November 2026 - 07:14 WIB

Senin, 2 November 2026 - 07:14 WIB

58 Views ㅤ

Ketua PB Wanita Al-Irsyad, Fahima Abdul Kadir Askar, dalam orasi Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 1 November 2026. (Dok AWG)

Jakarta, MINA — Ketua Umum PB Wanita Al-Irsyad, Fahima Abdul Kadir Askar, tampil menyampaikan orasi penuh khidmat dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/11).

Di hadapan ribuan peserta apel, ia menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak boleh berhentu di panggung, serta tidak cukup hanya dengan kehadiran dalam aksi dan pengibaran bendera.

“Satu kepedulian, satu suara, satu tekad: free, free Palestine!” serunya, disambut gemuruh takbir peserta aksi.

Menurutnya, dukungan nyata harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan diwujudkan dalam tindakan yang konkret.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

“Perjuangan untuk Palestina tidak cukup hanya dengan hadir dan pengibaran bendera. Solidaritas tidak boleh berhenti di panggung. Harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan diwujudkan dalam perwujudan nyata,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menyadari bahwa setiap individu memiliki medan perjuangannya masing-masing. Bagi para orang tua, medan perjuangan itu dimulai dari pendidikan anak-anak di rumah.

“Marilah, kita semua punya medan perjuangan masing-masing. Sebagai orang tua melalui pendidikan anak-anak, tanamkan kepedulian dan keberanian dalam membela kebenaran dan semangat menolak penjajahan,” ujarnya.

Fahima juga mengingatkan agar Palestina tidak hilang dari perhatian dunia, dan agar generasi muda tidak kehilangan kepedulian terhadap kemanusiaan meski memiliki banyak pengetahuan.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

“Jangan biarkan Palestina hilang dari perhatian dunia. Jangan sampai generasi kita tahu banyak hal tapi hilang kepedulian pada kemanusiaan,” tuturnya.

Gunakan Media Sosial untuk Kebenaran

Di era digital, Fahima mendorong pemanfaatan media sosial secara bertanggung jawab. Ia mengajak peserta menggunakan platform digital untuk menyuarakan dan menyebarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Gunakan medsos kita untuk menyuarakan dan menyebarkan informasi-informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan hanya grup-grup WA kita hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, gunakan untuk kepedulian kemanusiaan,” pesannya.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Donasi dan Boikot sebagai Kekuatan Bersama

Fahima juga menyinggung soal kemanusiaan/">donasi kemanusiaan yang tidak harus menunggu kaya. Menurutnya, keikhlasan dan kebersamaan akan menjadi kekuatan besar jika disalurkan melalui lembaga terpercaya.

“kemanusiaan/">Donasi kemanusiaan tidak harus menunggu kaya. Ikhlas dan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar, melalui lembaga terpercaya dan pastikan amanah sampai,” katanya.

Terkait boikot, ia mengajak peserta menggunakan kekuatan sebagai konsumen secara terarah dan berdasarkan panduan yang kredibel, serta konsisten dengan pilihan yang telah diambil.

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

“Gunakan kekuatan boikot sebagai konsumen, boikot secara terarah, dan panduan yang kredibel. Konsisten dengan pilihan. Mengubah kebiasaan yang bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Bawa Semangat Monas

Di akhir orasinya, Fahima mengajak seluruh peserta membawa semangat yang tercipta di Monas ke setiap sudut kehidupan mereka.

“Bawa semangat Monas ini ke rumah, ke sekolah, ke kantor, dan ke seluruh kehidupan kita,” pungkasnya.

Baca Juga: Ketua Presidium AWG Bacakan Ulang Ikrar Pembebasan Al-Aqsa 20 Tahun Silam di Monas

Orasi Fahima menjadi salah satu momen penting dalam pembukaan BSP 2026, mengingatkan bahwa solidaritas untuk Palestina bukanlah seremoni tahunan, melainkan komitmen yang harus dirawat setiap hari, melalui pendidikan, media sosial, donasi, boikot, dan setiap tindakan kecil yang berpihak pada kemanusiaan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: 75 Ribu Warga Gaza Syahid dalam Tiga Tahun Terakhir

Rekomendasi untuk Anda