Gaza, MINA – Menteri Kesehatan Palestina Majed Abu Ramadan memperingatkan ancaman wabah penyakit di kalangan pengungsi Jalur Gaza menyusul hujan deras yang membanjiri ribuan tenda dan memperburuk kondisi kesehatan serta sanitasi menjelang musim dingin.
Pada Sabtu (7/11), Abu Ramadan menyerukan intervensi segera dari komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta organisasi kesehatan dan kemanusiaan untuk melindungi ratusan ribu pengungsi Palestina dari ancaman penyakit.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan banjir di tenda pengungsian, ketiadaan tempat tinggal yang aman, serta memburuknya kondisi kesehatan dan sanitasi meningkatkan risiko bagi kelompok rentan, terutama setelah musim dingin mulai berlangsung.
Menurutnya, krisis diperparah oleh kehancuran infrastruktur, termasuk jaringan air dan limbah, penumpukan sampah, kekurangan air bersih dan perlengkapan kebersihan, kepadatan di lokasi pengungsian, malnutrisi, serta terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan.
Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi
Abu Ramadan memperingatkan bahwa paparan suhu dingin dan kelembapan di dalam tenda yang rusak, ditambah ventilasi buruk dan kepadatan pengungsi, meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza dan pneumonia. Anak-anak, bayi, lansia, serta pasien menjadi kelompok yang paling rentan.
Ia juga menyoroti penumpukan sampah, pencemaran limbah, serta buruknya layanan sanitasi dan pengendalian hama. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan hewan pengerat dan serangga, sekaligus meningkatkan risiko kontaminasi air dan makanan serta penyebaran penyakit menular.
Malnutrisi dan kerawanan pangan turut melemahkan daya tahan tubuh masyarakat dalam menghadapi infeksi. Risiko tersebut terutama mengancam anak-anak, perempuan hamil, dan ibu menyusui. Penyakit yang terjadi berulang juga dapat memperburuk kondisi gizi dan kesehatan mereka.
Menteri Kesehatan itu menambahkan, pengungsian berulang, kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan pokok, serta terganggunya pengobatan rutin semakin memperberat penderitaan keluarga. Situasi ini sangat mengkhawatirkan bagi warga dengan penyakit kronis dan kebutuhan medis khusus.
Baca Juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina dan Curi Hasil Panen
Sementara itu, sistem kesehatan Gaza yang telah mengalami kerusakan parah akibat agresi militer Israel menghadapi keterbatasan dalam menangani peningkatan kebutuhan medis. Fasilitas kesehatan kekurangan obat-obatan, pasokan medis, bahan bakar, dan tenaga kesehatan.
Abu Ramadan menyebut banjir akibat gelombang pertama hujan musim dingin sebagai peringatan serius. Menurutnya, suhu yang semakin dingin dan kemungkinan datangnya badai lanjutan dapat memperburuk krisis kemanusiaan serta kesehatan di Gaza.
Ia mendesak masyarakat internasional segera menyediakan tempat penampungan sementara yang aman, tenda tahan hujan dan angin, bahan isolasi, perlengkapan pemanas, selimut, serta pakaian musim dingin.
Selain itu, ia meminta penyediaan air minum bersih dan perlengkapan kebersihan, pengangkutan sampah, pengendalian hama, perbaikan jaringan limbah, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air hujan.
Baca Juga: 250 Pasangan Palestina Menikah Massal, Hadirkan Kebahagiaan di Tengah Genosida Israel
“Apa yang terjadi di Gaza bukan krisis musim dingin yang berlalu, tetapi ancaman yang meningkat terhadap kesehatan publik dan kehidupan manusia yang membutuhkan tindakan internasional segera sesuai skala bencana,” kata Abu Ramadan.
Ia memperingatkan keluarga pengungsi yang kehilangan rumah dan kebutuhan dasar tidak boleh terus dibiarkan terpapar cuaca dingin, penyakit, dan pencemaran lingkungan tanpa perlindungan. Langkah segera diperlukan untuk mencegah kematian dan wabah penyakit yang sebenarnya dapat dihindari.
Abu Ramadan menegaskan bahwa penanganan krisis membutuhkan respons kemanusiaan, kesehatan, dan lingkungan secara menyeluruh. Setiap penundaan, katanya, akan semakin membebani sistem kesehatan yang sudah kelelahan dan menempatkan lebih banyak nyawa dalam bahaya.
Di tengah kondisi tersebut, jumlah korban gugur di Jalur Gaza dilaporkan mencapai 74.640 orang, sementara 175.900 lainnya terluka.[]
Baca Juga: Banjir Rendam Kamp Pengungsian Gaza, Pertahanan Sipil Terima 1.500 Panggilan Darurat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic