Perdana Menteri: Sudan Tidak Miliki Cadangan Devisa untuk Naikkan Nilai Mata Uang Lokal

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok.

 

Khartoum, MINA – Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok mengatakan, saat ini Sudan tidak memiliki cadangan devisa untuk menggenjot mata uang pound negara itu, sehubungan menurunnya nilai mata uang lokal sementara nilai uang asing makin naik di pasar bebas.

Selain itu, menurut Hamdok, penyebab lainnyannya adalah banyaknya penyelundupan emas yang jumlahnya 450 kg (senilai 25 juta dolar) per hari.

“Namun akan terjadi penguatan mata uang nasional dengan beberapa kebijakan yang diambil pemerintah,” katanya dalam dalam sebuah dialog di stasiun TV Nasional Sudan. Ia didampingi Menteri Keuangan dan Perencanaan Ekonomi Ibrahim Al-Badawi serta Menteri Perindustrian dan Perdagangan Madani Abbas pada Selasa malam (21/1) di Khartoum.

Menurutnya, langkah-langkah kongkrit untuk meningkatkan nilai mata uang lokal anytara lain adalh  merestrukturisasi Bank Sentral Sudan untuk mengikuti kebijakan kabinet sebagai pelaksana dari Kebijakan Dewan Transisi Nasional dengan dikeluarkannya Undang-Undang khusus untuk menstabilkan keuangan nasional.

Sementara itu, Menteri Keuangan mengatakan bahwa depresiasi mata uang lokal terhadap mata uang asing menyebabkan penentu tidak adanya keseimbangan mata uang asing di Bank Sentral Sudan.

Menurutnya, kondisi itu juga berakibat juga pada kurangnya dana masuk investasi dan perdagangan serta cadangan devisa negara.

Ia mengungkapkan, tahun lalu terjadi defisit 142 miliar pound Sudan.

Beberapa hari sebelumnya nilai tukar mata uang asing terhadap pound mengalami kenaikan yang sangat fantastis dalam sejarah mata uang Sudan, terutama dengan dollar AS yang mencapai 105 pound per 1 dollar AS yang dijual dipasar gelap. Sementara harga resmi bank yang hanya 47 pound per 1 dollar AS. (L/B02/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)