ACT Berangkatkan 10 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Sulbar

Bogor, MINA  – Lembaga kemanusia Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan sejumlah 10 truk bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Sulawesi Barat dari Wakaf Distribution Center di Gunung Sindur, menuju pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (26/1).

“Sepuluh truk tersebut membawa bantuan yang telah dikumpulkan dari berbagai daerah di Jawa Barat, Banten, dan Jabodetabek. Total 1.000 ton bantuan terdiri dari natura, pakaian, Air Minum Wakaf, beras, dan makanan ini akan dilayarkan menggunakan Kapal Kemanusiaan pada Rabu (27/1),” kata Manajer Operasional Aksi Cepat Tanggap Pungki M. Kusuma.

“Insyaallah Kapal Kemanusiaan akan berlayar selama 3-4 hari menuju Pelabuhan Mamuju di Sulawesi Barat,” jelas Pungki, demikian keterangan yang diterima MINA.

Ia juga memaparkan, selain bantuan natura dari para dermawan, Beras Wakaf juga dihadirkan langsung dari lumbung beras Global Wakaf-ACT di Indramayu.

Selama persiapan berlayarnya Kapal Kemanusiaan, jumlah Lumbung Peduli pun akan terus bertambah.

Hal ini sebagai ikhtiar lembaga untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan bantuan hingga menjadi pusat informasi.

Tidak hanya menyediakan Lumbung Peduli, ACT juga memasifkan peran Relawan Filantropi Indonesia agar bantuan yang sudah terkumpul langsung dapat didistribusikan secara masif pula di berbagai daerah.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) adalah organisasi nirlaba profesional yang memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan pada penanggulangan bencana mulai fase darurat sampai dengan fase pemulihan pasca-bencana.

Organisasi ini pertama kali melakukan aksinya sejak tahun 1994 di Liwa, Lampung Barat dalam merespons bencana gempa bumi. Tonggak kemandirian lembaga sejak resmi menjadi Yayasan Aksi Cepat Tanggap tanggal 21 April 2005. (R/R8/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)