Tel Aviv, MINA — Ratusan warga Israel menggelar aksi demonstrasi di Lapangan Habima, Tel Aviv, Ahad (3/5) untuk mengecam kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di tengah meningkatnya ketegangan politik dan konflik kawasan.
Aksi tersebut diwarnai berbagai seruan kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait perang dan penanganan situasi keamanan. Media KAN melaepaorkan.
Para demonstran membawa spanduk serta meneriakkan tuntutan perubahan kepemimpinan, menilai kebijakan Netanyahu telah memperburuk kondisi dalam negeri.
Sejumlah peserta aksi juga mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri konflik dan memprioritaskan keselamatan warga.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Mereka menilai pendekatan militer yang terus berlanjut justru memperpanjang krisis dan meningkatkan risiko korban jiwa di kedua belah pihak.
Gelombang protes terhadap Netanyahu bukanlah hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, aksi serupa kerap terjadi di berbagai kota di Israel sebagai bentuk ketidakpuasan publik terhadap kebijakan perang, krisis sandera, serta dinamika politik internal.
Selain isu keamanan, kritik juga diarahkan pada dugaan melemahnya institusi demokrasi dan kontroversi kebijakan pemerintah. Sejumlah pengamat menilai protes yang terus berulang mencerminkan polarisasi yang semakin tajam di masyarakat Israel.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Israel belum memberikan respons signifikan terhadap tuntutan demonstran. Namun, aksi-aksi publik diperkirakan akan terus berlanjut seiring belum adanya solusi komprehensif atas konflik yang sedang berlangsung di kawasan. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic