Aksi Dunia untuk Shukri Abdi

Shukri Yahya Abdi, siswi usia 12 tahun yang meninggal di sungai Manchester, Inggris.

Setahun setelah Shukri Yahya Abdi, seorang anak perempuan muslim berusia 12 tahun meninggal di sungai Manchester, para aktivis dan anggota keluarga berencana mengadakan demonstrasi di seluruh dunia yang menyerukan penyelidikan kriminal.

Polisi Greater Manchester tidak mengajukan tuntutan pidana terhadap empat anak yang tidak disebutkan namanya yang dituduh berperan dalam kematian Shukri Abdi.

Anak itu tenggelam di Sungai Irwell di pinggiran kota Manchester di Bury setelah bertemu dengan teman-teman sekelasnya di luar sekolah.

Pemeriksaan atas kematiannya pada bulan Februari ditunda, tetapi Walikota Greater Manchester Andy Burnham telah menjanjikan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kebenaran dari apa yang terjadi jelas ditetapkan dalam kasus ini,” kata Burnham.

Salah satu anak, yang hanya diidentifikasi sebagai Child One, dituduh mengancam akan membunuh Abdi jika dia tidak masuk ke air, tetapi anak itu bersikeras bahwa ancaman itu hanyalah lelucon.

Anak yang sama juga dituduh tertawa saat Abdi berjuang untuk tetap di permukaan air ketika dia meninggal.

Dua dari anak-anak yang ditampilkan dalam penyelidikan dikatakan telah berusaha menyelamatkan Abdi, tetapi tidak berhasil. Mereka kemudian memberi tahu pihak berwenang tentang bahaya yang terjadi.

Keluarga Abdi dan teman-teman sekelasnya mengatakan bahwa Abdi menderita bullying di tangan orang lain di sekolahnya. Tidak jelas apakah mereka yang dituduh itu adalah teman-teman yang melakukan intimidasi terhadapnya pada hari kematiannya.

Shukri Yahya Abdi (kiri) dan ibunya, Zamzan Ture (kanan).

Dukungan dunia

Sebuah petisi yang menyerukan penyelidikan kriminal penuh dan keadilan bagi Abdi telah mengumpulkan lebih dari satu juta tanda tangan secara global.

Keluarga Abdi awalnya dari Somalia, tetapi menghabiskan tahun-tahunnya di Kenya antara 2000 hingga 2017 sebagai pengungsi dari kerusuhan di tanah airnya. Mereka kemudian pindah ke Inggris.

Berbicara tentang kematian keponakannya, paman Abdi, Mustaf Omar, mengatakan, “Dia adalah anak yang manis dan polos. Ibunya benar-benar hancur.”

Protes di Manchester, Inggris, menuntut keadilan bagi Shukri Abdi.

Protes kemudian diadakan pada hari Sabtu, 27 Juni di Manchester, London, Leicester, Cardiff, Sheffield, Birmingham, dan Bristol. Setiap kota memiliki komunitas diaspora Somalia yang besar, termasuk protes di banyak kota Kanada dan Amerika Serikat.

Nasib Abdi telah menerima perhatian baru dalam konteks protes global terhadap rasisme anti-Kulit Hitam.

Selebriti, seperti aktor Star Wars John Boyega dan rapper Ice Cube telah menyerukan aksi atas kematian anak berusia 12 tahun itu. (AT/RI-1/P2)

Sumber: TRT World

Mi’raj News Agency (MINA)