SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak Dubes Israel untuk AS Terluka Akibat Tabrakan di Tepi Barat

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 24 September 2026 - 05:46 WIB

Kamis, 24 September 2026 - 05:46 WIB

37 Views ㅤ

(xcom/al jazeera)

Ramallah, MINA — israel/">Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengumumkan putranya, seorang tentara, terluka dalam insiden tabrakan mobil di barat Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, pada Rabu (23/9).

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang terus berlangsung di wilayah Palestina yang diduduki. Al Jazeera melaporkan.

Leiter mengidentifikasi putranya sebagai Neria Dov ben Chana. Dalam unggahan di media sosial, ia mengatakan bahwa para medis “sekarang berjuang untuk menyelamatkan nyawa Neria Dov ben Chana.”

Rumah Sakit Shaare Zedek mengumumkan tentara tersebut menjalani operasi kompleks, dan nyawanya masih dalam bahaya. Kondisi ini memicu gelombang doa dari kalangan pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur

Netanyahu, yang mengunjungi tentara yang terluka sebelum berangkat ke Amerika Serikat untuk pidato di Majelis Umum PBB, menulis di X, “Saya baru-baru ini mengunjungi keluarga tercinta Neria Leiter. Saya mohon Anda berdoa untuk kesembuhan Neria Dov ben Chana. Seluruh bangsa mendukungmu.”

Dalam unggahan sebelumnya, Netanyahu juga menulis, “Saya dan istri saya, Sara, bersama seluruh rakyat Israel, sedang berdoa.”

Duka yang Berulang

Ini bukan kali pertama keluarga Leiter kehilangan atau melihat anggotanya terluka dalam perang. Moshe Yedidya, putra Leiter yang lain, tewas saat bertugas di Gaza pada November 2023, hanya beberapa pekan setelah dimulainya perang genosida Israel di jalur tersebut pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Ben-Gvir Gunakan Kebencian terhadap Arab dan Islam sebagai Kampanye Pemilu

Keluarga Leiter kini kembali diuji. Neria, putra yang kini terbaring di rumah sakit, berjuang untuk hidupnya.

Tersangka Penyerang Teridentifikasi

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi tersangka penyerang sebagai Mahmoud Mohammad Mahmoud Suleiman (29 tahun).

Hazem Suleiman, Wali Kota Beit Ur al-Tahta, yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan Mahmoud, mengatakan pasukan Israel menggerebek desa tersebut dan menggeledah rumah keluarga pria tersebut.

Baca Juga: Krisis Dana Paksa PBB Pangkas Bantuan Pangan bagi 500.000 Warga Gaza

Insiden yang Memicu Ketegangan

Insiden ini bermula ketika polisi Israel mengklaim bahwa seorang pria Palestina melakukan serangan menabrak mobil yang melukai seorang tentara di pos pemeriksaan di persimpangan dekat permukiman ilegal Israel Beit Horon. Polisi Israel kemudian menembak mati pria tersebut.

Namun, versi peristiwa ini masih diperdebatkan. Sejumlah saksi dan sumber Palestina mempertanyakan narasi Israel, terutama mengingat lokasi insiden yang berada di dekat permukiman illegal, sebuah titik panas yang sering menjadi lokasi bentrokan.

Eskalasi yang Tak Kunjung Reda

Baca Juga: Serangan Drone Zionis Israel Tewaskan Empat Warga Palestina di Gaza

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Tepi Barat. Permukiman ilegal terus diperluas, kekerasan oleh pemukim meningkat, dan pasukan Israel semakin sering melakukan penggerebekan di desa-desa Palestina.

Bagi warga Palestina, insiden ini hanyalah satu dari sekian banyak kisah yang jarang mendapat perhatian internasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pep Guardiola Serukan Solidaritas: Nyawa Palestina Sangat Berharga

Rekomendasi untuk Anda