Anak Perempuan Shalihat Sebagai Penghalang Api Neraka

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Wartawan Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

Di dalam sebuah riwayat disebutkan, hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

Artinya: Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka.” (HR Muslim).

Pada riwayat lain disebutkan:

 مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ وَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ

Artinya: “Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar dalam menghadapinya serta memberikan pakaian kepadanya dari hasil usahanya, maka anak-anak itu akan menjadi dinding pemisah baginya dari siksa neraka.” (HR Al-Bukhari).

Imam An-Nawawi menjelaskan, hadits-hadits tersebut menunjukkan keutamaan para orang tua yang berbuat baik kepada anak-anak perempuannya, dengan memberikan nafkah dan bersabar terhadap mereka dan dalam segala urusannya.

Begitulah karena memang untuk mendidik dan membesarkan anak perempuan sesuai dengan kodrat dan syariat memerlukan pengorbanan dan kesabaran yang lebih dibandingkan dengan mendidik dan membesarkan anak laki-laki.

Orang tua wajib memperlakukan anak perempuan dengan baik dalam hal uang, pakaian, kebaikan, pendidikan, akhlak dan perawatan, karena mereka adalah anak yang belum cukup dewasa untuk menentukan arah hidup.

Perlunya kesabarand alam mendidik anak perempuan, karena mereka memiliki sifat khusus dengan kudrat kewanitaannya. Maka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bagaimana para orang tua mesti bersabar dan penuh kelembutann dalam mengarahkan anak-anak perempuannya, termasuk dalam mengarahkan isterinya.

Di dalam sebuah hadits disebutkan:

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ فَإِنْ تُقِمْهَا كَسَرْتَهَا فَدَارِهَا فَإِنَّ فِيهَا أَوَدًا وَبُلْغَةً

Artinya: “Sesungguhnya seorang wanita diciptakan dari tulang rusuk, apabila engkau meluruskannya (dengan keras) maka engkau tentu akan mematahkannya. Maka bersikaplah lembut kepadanya, sesungguhnya padanya terdapat kebengkokan dan kehidupan yang sepadan”. (HR Ad-Darimi).

Memperlakukan kaum perempuan itu ibarat saat kita bernafas, saat kita menghirup udara, tulang rusuk akan meregang sempit. Lalu bila kita menghembuskan napas, maka ia akan mengembang mengikuti bentuk aslinya dan memberikan kelegaan.

Maknanya, perlu nafas panjang dan hati-hati menghadapi perilaku kaum hawa agar jiwanya tetap lega, lapang dan berkembang.

Karena itu, kita sebagai orang tua harus membimbing anak-anak perempuan yang kita sayangi sesuai pada norma-norma yang ada, agar hidup kita dan anak perempuan kita kelak dapat menghirup keselamatan dunia akhirat.

Karena itu, marilah kita didik dan kita arahkan anak-anak perempuan dan kaum perempuan kita, dengan arahan yang benar, akhlak yang baik, perkataan yang lembut, perilaku yang santun, dan segala kebaikan. Sehingga kaum perempuan tetap pada asalnya, yakni makhluk yang taat dan setia dalam kebaikan.

Kelak suatu saat, memang akan ada saatnya sebagai orang tua harus melepas anak perempuannya yang sudah dibesarkan dari kecil berpuluh-puluh tahun. Lalu diserahkan dan dibawa oleh suaminya, pasangan hidupnya, untuk melanjutkan perjalanan hidupnya dalam mengabdi kepada Allah.

Terasa ada separuh jiwa yang terbang, seolah melayang entah ke mana. Tetapi begitulah hidup harus dihadapi. Sampai suatu saat kelak semua anak-anak pergi satu per satu, dan tinggallah kembali orang tua berdua menjadi kakek nenek sama seperti ketika awal menikah berdua. Yang terpenting dari semuanya adalah semuanya dalam ibadah dan takwa kepada-Nya.

Mari kita jaga betul anak-anak perempuan kita dari perbuatan maksiat, apalagi sampai melakukan hal-hal yang diharamkan dalam agama Islam. Karena kita sebagai orang akan ikut menanggung dosanya akibat kelalaian kita.

Mari jaga anak-anak perempuan kita hingga dewasa dan saatnya diserahkan kepada sang suami yang akan melanjutkan arahan dalam memperibadati Allah.

Semoga anak-anak perempuan kita yang shalihat, dapat menjadi penghalang kita sebagai orang tua dari siksa api neraka. Aamiin. (A/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)