Johor, MINA – Anggota parlemen Malaysia sekaligus Ketua Partai Pakatan Harapan Johor, Andrew Chen Kah Eng, mendesak pemerintah Indonesia segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas hingga mencemari udara di Malaysia.
Andrew juga meminta Indonesia menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada negara-negara anggota ASEAN atas dampak kabut asap tersebut, Malay Mail melaporkan, Senin (12/10).
Ia menilai pencemaran udara akibat partikel halus PM2.5 tidak dapat diterima karena mengancam kesehatan masyarakat di negara-negara terdampak.
“Rakyat Malaysia menderita akibat polusi ini, tetapi para pejabat Anda tampaknya mengabaikan masalah kesehatan kami,” ujarnya.
Baca Juga: Inggris Ancam Sanksi Perusahaan yang Ikut Tender Permukiman Ilegal Israel di E1
Andrew menegaskan, kesehatan dan keselamatan manusia tidak boleh dianggap remeh.
Menurutnya, persoalan pencemaran udara lintas batas harus ditangani secara bertanggung jawab.
Ia juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ASEAN menegaskan bahwa lingkungan yang bersih, aman, dan sehat merupakan hak asasi manusia universal yang tidak dapat dicabut.
Selain itu, Andrew menyoroti pernyataan pejabat Indonesia yang menyebut faktor alam sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap hingga ke Malaysia dan Singapura.
Baca Juga: Anis Matta Dorong Reformasi OKI, Indonesia Siap Jadi Oasis Perdamaian
Ia mengecam pernyataan tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, menganggap kebakaran lahan gambut semata-mata sebagai akibat faktor alam mengabaikan peran aktivitas manusia yang dapat memicu pencemaran lintas batas.
Negara bagian Johor telah berupaya menangani kabut asap akibat karhutla sejak bulan lalu.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya juga menyampaikan keprihatinan dan menyatakan kesiapan Malaysia untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam menangani kebakaran tersebut.
Baca Juga: Kerusuhan di Prancis Memburuk, 2.000 Orang Ditangkap dan 600 Aparat Terluka
Anwar turut meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah untuk mengatasi karhutla yang berdampak pada kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Jelang Pemilu Israel, Donald Trump Dukung Penuh Netanyahu
















Mina Indonesia
Mina Arabic