SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang Pemilu Israel, Donald Trump Dukung Penuh Netanyahu

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 19 jam yang lalu

19 jam yang lalu

15 Views ㅤ

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Benjamin Netanyahu (Foto: X/AA)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sembilan hari menjelang pemilihan parlemen Israel yang berlangsung ketat.

Dukungan itu disampaikan Trump lewat unggahan panjang di Truth Social, Ahad (18/10), seperti dikutip The New York Times.

Dalam unggahan yang ditujukan kepada rakyat Israel itu, Trump menyebut siapa pun selain Netanyahu akan menjadi pemimpin yang keliru.

Ia memuji Netanyahu karena bertahan menghadapi tantangan besar, termasuk dari dalam Israel sendiri, dan menyebutnya sebagai mitra perdamaian dalam menghadapi Iran.

Baca Juga: Inggris Ancam Sanksi Perusahaan yang Ikut Tender Permukiman Ilegal Israel di E1

Netanyahu membalas dengan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang terjalin, serta menyatakan keduanya akan menuntaskan tugas bersama.

Dukungan ini muncul di tengah hubungan kedua pemimpin yang belakangan memburuk. Ketegangan dipicu perang melawan Iran yang berkepanjangan dan berdampak pada ekonomi global.

Trump mendorong gencatan senjata dengan Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon, langkah yang ditentang Israel. Trump juga mengakui pernah menyebut Netanyahu “gila” secara pribadi terkait tindakan Israel di Lebanon, menurut laporan NYT.

Dukungan terbuka semacam ini menyimpang dari kebiasaan presiden AS yang umumnya menghindari memihak pemimpin negara lain dalam pemilu.

Baca Juga: Anis Matta Dorong Reformasi OKI, Indonesia Siap Jadi Oasis Perdamaian

Israel akan menggelar pemilu pada 27 Oktober 2026, yang dipandang luas sebagai referendum atas kepemimpinan Netanyahu.

Sebagian warga menyalahkan Netanyahu karena gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan karena Israel menghadapi isolasi diplomatik selama perang di Gaza.

Survei Channel 12 pada 12 Oktober memproyeksikan blok penentang Netanyahu meraih 67 kursi dibanding 49 kursi koalisinya, tetapi angka itu mencakup partai-partai Arab, sedangkan sejumlah survei lain menunjukkan persaingan kedua blok sangat ketat.

Pengaruh dukungan Trump di mata pemilih Israel dinilai masih ada, meski tidak sebesar dulu. Sebagian warga memuji perannya dalam pembebasan sisa sandera Israel di Gaza tahun lalu, sementara sebagian lain memandangnya sulit ditebak karena menarik diri di tengah perang melawan Iran.

Baca Juga: Kerusuhan di Prancis Memburuk, 2.000 Orang Ditangkap dan 600 Aparat Terluka

Pekan lalu, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee dilaporkan bertemu pemimpin oposisi Gadi Eisenkot, meski belum ada bukti hal itu mengubah sikap Washington. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS JD Vance: Jika Iran Kuasai Selat Hormuz, Harga BBM di Amerika Pasti Meroket

Rekomendasi untuk Anda