Anies: Penting Miliki Program Tahfidz Dilengkapi Kompetensi Abad 21

Jakarta, MINA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pentingnya untuk memiliki program tahfidz yang dilengkapi dengan kompetensi Abad 21, yaitu akhlak, penguasan literasi dasar, kompetensi masa depan, yakni 4K: Kritis, Kreatif, Komunikatif dan Kolaboratif.

“Dengan bekal-bekal itu, insyaAllah anak-anak belia yang hafidz ini kelak bisa ‘menang’ di zamannya, bisa melampaui mimpinya dan membawa manfaat bagi sesama serta bisa jadi teladan,” kata Anies saat menghadiri Haflatul Qur’an di Sekolah Dasar di Jakarta pada Sabtu (13/4) pagi.

Anies mengatakan, prosesi kelulusan program tahfidz di sebuah sekolah dasar tadi pagi, merupakan sebuah prosesi yang unik dan mengesankan.

“Saya melihat mahkota itu dipasangkan di kepala ibunya. Anak perempuannya kelas 6 SD. Satu lagi, anak laki-laki. Anak itu juga memasangkan mahkota yang dia terima di kepala ayahnya. Anak-anak ini terima piagam, piala dan mahkota, mereka lulusan terbaik program tahfidz Al-Quran,” tulis Anies dalam akun instagram-nya.

“Ibunya terharu, ayahnya terharu dan guru-gurunya tersenyum bahagia dalam suasana haru. Pagi itu semua kelelahan, kerja keras dan keringat seakan terbayar lunas dengan rasa bahagia. Anak-anak inipun memancarkan wajah jernih, matanya bening dan senyumnya tulus,” ujar Anies.

Menurut Anies, prosesi kelulusan ini memang unik. Di atas panggung, seorang ibu bermahkota, seorang ayah bermahkota, mereka semua menggandeng anaknya.

Anies mengungkapkan, anak yang membuat orang tua bermahkota. Sebuah ilustrasi penuh makna. Anak-anak inilah yang telah meninggi derajatkan ibu-ayahnya. Sebuah pesan mulia. Lewat, amalan dan doa dari anak-anak, aliran pahala tanpa henti itu akan bisa dikirimkan selamanya pada orangtuanya.

“Sebuah hikmah akhir pekan. Tumbuhkan anak kita dengan pondasi iman dan akhlak mulia, bekali dengan ilmu serta keterampilan, lalu izinkan ia terbang tinggi melampuai semua cita-citanya,” ungkap Anies.

Anies menambahkan, kelak semua anak akan kembali ke orangtuanya, mencium tangannya, membawa pulang mahkota penanda kebahagian, kebanggaan dan InsyaAllah jadi anak-anak pengalir pahala tanpa henti bagi orangtuanya. (R/Ais/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)