Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 untuk Kemajuan Antardaerah

Jakarta, MINA – Acara puncak Hari Teknologi Nasional (Hateknas) ke-24 akan berlangsung di Denpasar, Bali pada akhir Agustus mendatang. Salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan Hateknas adalah diselenggarakannya Anugerah Iptek dan Inovasi 2019.

Direktur Sistem Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ophirtus Sumule mengatakan, event tahunan tersebut adalah dalam rangka untuk membentuk persaingan yang berkemajuan antardaerah.

“Hari ini kita mencoba mengidentifikasi, kira-kira apa praktek-praktek terbaik dalam rangka membangun sistem inovasi di daerah. Emosi ini yang kita dorong supaya pemerintah di daerah terus meningkatkan kualitas daerahnya,” kata Ophirtus kepada awak media di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (31/7).

Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Kategori Budhipura untuk Pemerintah Provinsi, Kategori Budhipraja untuk Pemerintah Kabupaten, dan Kategori Budhipraja untuk Pemerintah Kota.

Ophirtus menjelaskan, Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 yang pada event sebelumnya disatukan antara kota dan kabupaten, mulai tahun ini dipisah.

“Kita melihat, kabupaten dan kota itu punya karakter berbeda, karakternya tidak bisa disatukan. Dari 31 kota, kita pilih tujuh menjadi nominator. Kabupaten ada sekitar 129, kita pilih tujuh. Sementara untuk provinsi ada 20, kita pilih delapan. Ini data yang kita punya,” katanya.

Untuk penjurian, kata dia, tahun ini cukup lengkap, diwakili berbagai stakeholder seperti dari industri, perguruan tinggi, praktisi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta penilaian dari Mantan Dirjen Otonomi Daerah.

“Itulah yang kita sebut penjurian dari anugerah ini cukup lengkap. Para juri akan memberikan pemikiran-pemikiran, kemudian pemikiran itu kita sampaikan ke Pak Menteri untuk kemudian diputuskan untuk memberikan penghargaan,” ujarnya.

Ophirtus melanjutkan, anugerah ini sama sekali tidak untuk menjatuhkan sebuah daerah. Sebab, kata dia, satu daerah dengan daerah lain, khususnya daerah yang berasal dari luar Jawa, tidak bisa diadu secara head to head.

“Kita akan melihat karakter-karakter antardaerah, sehingga pemberiannya adalah bukan yang terbaik, tetapi apresiasi terhadap kebijakan yang menghasilkan ekosistem berkemajuan di daerah mereka. Ini bentuk penghargaan, apresiasi, bukan perankingan,” katanya.

Selain menumbuhkan persaingan sehat menuju kota yang berkemajuan, Ophirtus juga berharap, dengan adanya Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 akan terjalin hubungan yang harmonis sebuah kota dengan kabupaten-kabupaten di sekitarnya. (L/R06/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)