Jeddah, MINA – Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap tata kelola penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan evaluasi penyelenggaraan haji yang dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf bersama otoritas haji Arab Saudi di Jeddah, Ahad (31/5) menjelang dimulainya fase pemulangan jamaah Indonesia ke Tanah Air.
Menteri Haji dan Umrah RI yang akrab disapa Gus Irfan mengatakan penghargaan dari pemerintah Arab Saudi menjadi pengakuan atas kerja keras seluruh unsur penyelenggara haji Indonesia, mulai dari petugas lapangan, tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, hingga jamaah yang turut menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Menurut Gus Irfan, otoritas Arab Saudi menilai pengelolaan jamaah haji Indonesia yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang dapat berjalan relatif baik, terutama dalam aspek koordinasi, pergerakan jamaah, layanan kesehatan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan pemerintah Saudi.
Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia sehingga menjadi salah satu perhatian utama dalam operasional penyelenggaraan haji setiap tahun.
Meski mendapat apresiasi, Gus Irfan menegaskan pemerintah tidak akan berpuas diri. Evaluasi terhadap berbagai layanan tetap dilakukan, khususnya di kawasan Mina yang menjadi titik paling padat saat puncak pelaksanaan haji.
Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu
Persoalan kepadatan tenda, ruang istirahat jamaah, distribusi konsumsi, hingga mobilitas menuju lokasi lempar jumrah masih menjadi catatan penting yang akan dibahas bersama pihak Arab Saudi.
Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, petugas haji, dan para jamaah yang mengikuti aturan selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Meski memperoleh pengakuan positif, Irfan menegaskan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pelayanan di Mina, terutama terkait kepadatan jamaah, ketersediaan ruang istirahat, distribusi logistik, serta mobilitas jamaah saat menjalani rangkaian ibadah lempar jumrah. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama pihak Arab Saudi untuk mencari solusi yang lebih efektif.
Kawasan Mina selama ini menjadi titik paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji karena menampung jutaan jamaah dari berbagai negara pada waktu yang hampir bersamaan.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel
Karena itu, pengaturan tenda, jalur pergerakan jamaah, layanan kesehatan, dan distribusi konsumsi menjadi tantangan yang terus dihadapi penyelenggara haji setiap tahun.
Pemerintah Indonesia juga berencana menginventarisasi berbagai masukan dari jamaah dan petugas lapangan sebagai bahan penyempurnaan layanan.
Selain persoalan Mina, evaluasi akan mencakup aspek transportasi, akomodasi, katering, hingga sistem informasi yang digunakan selama operasional haji. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang semakin baik bagi jamaah Indonesia.
Indonesia merupakan negara dengan kuota jamaah haji terbesar di dunia, sehingga kualitas tata kelola haji selalu menjadi perhatian internasional.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Apresiasi dari Arab Saudi dinilai menjadi pengakuan atas upaya peningkatan layanan yang dilakukan selama ini. Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari kenyamanan dan keselamatan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
















Mina Indonesia
Mina Arabic