Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Armada Sumud Flotilla Bersiap Lancarkan Misi Baru, Targetkan Pematahan Blokade Gaza

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 15 Juni 2026 - 08:25 WIB

Senin, 15 Juni 2026 - 08:25 WIB

31 Views ㅤ

Ilustrasi: Armada Global Sumud Flotilla. (Jaridah Al-Quds)

Istanbul, MINA – Persiapan logistik dan teknis untuk meluncurkan kampanye angkatan laut baru yang bertujuan mematahkan blokade Israel di Jalur Gaza mulai digencarkan lagi.

Misi baru tersebut direncanakan akan berlayar dalam beberapa bulan ke depan dengan partisipasi internasional yang jauh lebih luas dibanding pendahulunya.

Bahçi Ismail Sungür, perwakilan Armada Sumud Flotilla di Turki, mengungkapkan bahwa jumlah kapal dan aktivis yang terlibat akan meningkat secara signifikan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memecah blokade yang telah mencekik Gaza selama bertahun-tahun, sekaligus menyoroti tragedi kemanusiaan yang terus memburuk di wilayah tersebut. Laporan dari Jaridah Al-Quds, Ahad (14/6).

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Pengumuman penyelengara disampaikan dalam pertemuan ekstensif aktivis internasional di Istanbul pada Ahad. Forum tersebut dikhususkan untuk mengevaluasi hasil misi sebelumnya yang menjadi sasaran pasukan pendudukan Israel di laut lepas.

Para peserta sepakat bahwa gerakan membuka blokade Gaza harus terus berlanjut sebagai alat tekanan internasional, karena ancaman militer tidak akan menyurutkan semangat solidaritas terhadap warga Palestina yang terkepung.

Upaya Gugatan Hukum

Dalam kesempatan yang sama, Sungür menyoroti langkah-langkah diplomatik dan hukum intensif yang sedang berlangsung untuk membebaskan para aktivis yang ditahan oleh otoritas pendudukan sejak misi terakhir.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Tim hukum telah mulai mengajukan tuntutan di pengadilan Eropa dan berbagai forum internasional untuk menuntut pejabat Israel yang terlibat dalam serangan terhadap kapal-kapal damai.

“Keheningan internasional hanya akan mendorong pendudukan untuk mengulangi pelanggaran di perairan internasional,” tegas Sungür.

Sebagai catatan pahit, angkatan laut Israel melancarkan serangan pada 18 Mei lalu terhadap kapal-kapal Armada Sumud Flotilla yang berlayar di perairan internasional Laut Mediterania.

Saat itu, armada terdiri dari sekitar 50 kapal dengan 428 aktivis dari 44 negara. Seluruh kapal dan kargo bantuan mereka disita. Padahal bantuan itu ditujukan untuk penduduk Gaza yang telah menderita akibat blokade sejak 2007.

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Serangan ini memicu gelombang kecaman dari lembaga hak asasi manusia internasional. Amnesty International menyebut praktik Israel sebagai “memalukan dan tidak manusiawi” serta tanpa dasar perlindungan hukum internasional.

Dukungan Moral

Para penggagas armada baru menekankan bahwa misi mereka tidak hanya terbatas pada aspek material seperti distribusi paket makanan, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral dan mematahkan isolasi yang coba dipaksakan pendudukan di Gaza.

Sumber dari panitia penyelenggara menegaskan bahwa persiapan dilakukan dengan koordinasi tingkat tinggi bersama organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan di seluruh dunia. Langkah ini untuk memastikan perlindungan politik dan pemberitaan media yang maksimal bagi seluruh peserta dalam perjalanan mendatang.

Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman

“Pesan dari warga Gaza sangat jelas, kebutuhan mereka tidak hanya terbatas pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga mencakup dukungan moral dan solidaritas internasional,” pungkas Sungür.

Dengan persiapan yang semakin matang, dunia kini menanti apakah armada kemanusiaan tersebut akan mampu menembus blokade dan membawa harapan baru bagi rakyat Gaza yang terus berjuang di tengah kegelapan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah Dimulai Akhir 2026

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Internasional
Sejumlah Aktivis Gelar Demonstrasi di Luar Konsulat Israel New York (foto:MEMO)
Amerika