Washington, MINA – Amerika Serikat dilaporkan mulai menyiapkan skenario respons militer terhadap Kuba di tengah meningkatnya kekhawatiran Washington atas kemungkinan runtuhnya pemerintahan di Havana.
Langkah itu memicu perhatian internasional karena dinilai dapat memperburuk ketegangan politik di kawasan Amerika Latin. Al-Jazeera melaporkan, Jumat (29/5).
Laporan media internasional menyebut sejumlah pejabat keamanan AS membahas langkah antisipatif apabila situasi politik dan ekonomi di Kuba semakin memburuk.
Pemerintah AS disebut khawatir krisis internal di negara Karibia tersebut dapat memicu gelombang migrasi besar-besaran, kekacauan keamanan, hingga perebutan kekuasaan di dalam negeri Kuba.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pemerintah Kuba selama ini menghadapi tekanan ekonomi berat akibat embargo panjang Amerika Serikat, krisis pangan, inflasi tinggi, serta terbatasnya pasokan energi dan bahan bakar.
Dalam beberapa tahun terakhir, demonstrasi warga juga beberapa kali terjadi di berbagai kota menuntut perbaikan kondisi ekonomi dan kebebasan sipil yang lebih luas.
Meski demikian, Havana menuding Washington terus melakukan intervensi terhadap urusan domestik Kuba. Pemerintah Kuba menilai tekanan politik dan ekonomi yang dilakukan AS merupakan bagian dari upaya melemahkan pemerintahan sosialis yang telah berkuasa sejak Revolusi Kuba pada 1959.
Hubungan Amerika Serikat dan Kuba sendiri telah lama diwarnai ketegangan sejak era Perang Dingin. Kedua negara pernah berada di ambang konflik besar dalam Krisis Rudal Kuba tahun 1962, ketika Uni Soviet menempatkan rudal nuklir di Kuba yang memicu konfrontasi langsung dengan Washington.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Hingga kini, embargo ekonomi AS terhadap Kuba masih diberlakukan meski sempat mengalami pelonggaran terbatas pada masa pemerintahan sebelumnya.
Setiap opsi militer terhadap Kuba berpotensi memicu kecaman luas dari negara-negara Amerika Latin dan memperburuk stabilitas kawasan.
Sejumlah pihak mendesak agar Washington mengedepankan pendekatan diplomatik dan kemanusiaan dibanding langkah militer yang dapat memperdalam penderitaan rakyat Kuba di tengah krisis ekonomi berkepanjangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic