Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan AS ke Cuba Belum Berhasil, Trump Disebut Frustrasi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 12 Mei 2026 - 06:55 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:55 WIB

62 Views ㅤ

Presiden Cuba iguel Diaz-Canel (foto: Al-Jazeera)

Havana, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi setelah Cuba tetap bertahan menghadapi tekanan ekonomi dan politik Washington.

Pemerintahan Trump menilai berbagai sanksi dan embargo tambahan yang diterapkan sejak awal 2026 belum berhasil memaksa Havana melakukan perubahan politik sesuai keinginan AS. Al-Mayadeen melaporkan, Selasa (12/5).

Pemerintahan Trump dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan tekanan terhadap Cuba melalui pembatasan pengiriman minyak, sanksi finansial, hingga ancaman tarif terhadap negara-negara yang masih memasok energi ke pulau Karibia tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mendorong pendekatan keras terhadap pemerintah Cuba dengan alasan demokrasi dan hak asasi manusia.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Namun pemerintah Cuba menolak tunduk pada tekanan Washington. Presiden Cuba Miguel Díaz-Canel menegaskan negaranya tidak akan menyerah terhadap apa yang disebut sebagai “agresi ekonomi” Amerika Serikat.

Havana menilai embargo dan blokade energi yang diperketat AS justru memperburuk penderitaan rakyat sipil dan melanggar hukum internasional.

Ketegangan kedua negara meningkat tajam setelah pemerintahan Trump mengeluarkan kebijakan “maximum pressure” pada awal 2026.

Washington bahkan sempat mengisyaratkan opsi militer dan memperkuat pengawasan di sekitar wilayah Cuba, memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan krisis baru di kawasan Karibia. Sejumlah analis menyebut situasi ini menjadi konfrontasi paling serius antara AS dan Cuba sejak Krisis Rudal Cuba tahun 1962.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah negara seperti China mengecam langkah AS yang dinilai memperburuk krisis kemanusiaan di Cuba.

Pakar HAM PBB memperingatkan blokade bahan bakar yang diterapkan Washington telah mengancam layanan kesehatan, distribusi pangan, transportasi publik, hingga pasokan air bersih di negara tersebut.

Meski menghadapi tekanan ekonomi berat, Cuba masih mendapat dukungan dari sejumlah negara sekutu seperti Rusia dan China. Ketahanan Havana menghadapi embargo panjang Amerika menunjukkan kegagalan strategi tekanan maksimal Washington dalam menggulingkan pemerintahan Cuba. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Amerika
Info MINA