Asosiasi Kurdi Suriah Dukung Tindakan Militer Turki

Washington, MINA – Turki memiliki hak untuk mempertahankan perbatasannya dari afiliasi kelompok PKK di Suriah, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), kata seorang pemimpin Kurdi Suriah, Kamis (21/11).

Berbicara di panel yang diselenggarakan oleh Organisasi Warisan Budaya Turki tentang masa depan Suriah di Washington, AS, Presiden Asosiasi Kurdi Suriah Independen Abdulaziz Tammo mengatakan operasi Ankara di timur laut Suriah didasarkan pada alasan yang dibenarkan.

“Turki memiliki hak untuk melindungi perbatasannya dari semua organisasi teroris, baik itu Daesh atau YPG. Itu tidak masalah,” ujarnya seperti dilansir Daily Sabah, Kamis (21/11).

Tammo menyatakan YPG memberikan ancaman yang sama kepada Kurdi Suriah seperti kelompok teror Daesh (ISIS). Ia menambahkan PKK bukanlah kelompok yang terdiri dari warga Suriah dan teroris PKK dari banyak negara aktif di Suriah.

Menyatakan operasi militer Turki di Suriah utara berbeda dari yang dilakukan oleh koalisi anti-ISIS pimpinan AS.Tammo mengatakan, “Kalau Turki telah mengambil tindakan pencegahan terbaik untuk mencegah korban sipil, sedangkan operasi Raqqa (oleh koalisi AS), telah membuat kota itu rata (hancur).”

Pemimpin Kurdi Suriah itu mengatakan daerah di Suriah timur laut harus dibersihkan dari organisasi teror sehingga sejumlah besar pengungsi Suriah dapat menetap di sana.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operation Peace Spring, yang ketiga dari serangkaian operasi antiteror lintas perbatasan di Suriah utara yang menargetkan para teroris yang berafiliasi dengan ISIS dan YPG.

Operasi itu, dilakukan sesuai dengan hak negara itu untuk bela diri yang lahir dari hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang bertujuan untuk membangun zona aman bebas teror bagi warga Suriah untuk kembali ke wilayah timur sungai Eufrat yang dikendalikan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung oleh AS. SDF didominasi oleh teroris YPG.

Warga di daerah yang dikontrol YPG telah lama menderita akibat kekejaman YPG. Organisasi teroris memiliki catatan panjang pelanggaran hak asasi manusia di Suriah, termasuk penculikan, merekrut tentara anak-anak, penyiksaan, pembersihan etnis, dan pemindahan paksa orang-orang.

YPG memberikan tekanan pada kelompok-kelompok oposisi di wilayah-wilayah yang telah direbutnya juga. Dewan Nasional Kurdi Suriah (ENKS), misalnya, telah mengkritik penindasan YPG terhadap suara-suara politik saingan dan tindakan brutal kelompok itu, yang termasuk membakar kantornya dan menangkap atau menculik anggotanya. (T/R11/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)