Rabat, MINA — Pemerintah Maroko telah mengevakuasi lebih dari 100.000 warga dari empat provinsi setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah di bagian utara negara itu.
Kementerian Dalam Negeri Maroko pada Rabu (4/2) menyatakan, evakuasi dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat risiko, perkiraan dampak kerusakan, serta menyediakan sarana transportasi bagi warga terdampak banjir.
Hingga Rabu pagi, total 108.423 orang telah dievakuasi. Provinsi Larache mencatat jumlah evakuasi tertinggi dengan 81.709 warga, sebagian besar berasal dari kota Ksar el-Kebir.
Evakuasi juga dilakukan di sejumlah provinsi lain, yakni Sidi Kacem sebanyak 9.728 orang, Sidi Slimane 2.853 orang, serta Kenitra 14.133 orang.
Baca Juga: Somaliland Resmi Tunjuk Duta Besar Pertama untuk Israel
Otoritas setempat telah mendirikan tempat penampungan darurat dan pusat penerimaan, serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para korban banjir.
Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di berbagai wilayah utara Maroko. Kondisi tersebut mengganggu sejumlah ruas jalan utama, termasuk jalur yang menghubungkan Tangier dan Tetouan, serta akses transportasi di provinsi-provinsi terdampak lainnya.
Wali Kota Ksar el-Kebir, Mohammed Al-Simo, menyatakan bahwa keputusan untuk mengevakuasi seluruh kota diambil sebagai langkah pencegahan, menyusul terjadinya pemadaman listrik dan gangguan pasokan air bersih.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan dan Kekejaman RSF di Sudan
















Mina Indonesia
Mina Arabic