Yogyakarta, MINA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengembangkan radar cuaca non-polarimetrik hasil inovasi anak bangsa sebagai upaya memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi dan menutup wilayah blank spot pemantauan cuaca di berbagai daerah di Indonesia.
Pengembangan radar cuaca tersebut dilaksanakan melalui program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Radar ini dirancang bersifat mobile sehingga dapat dipindahkan dan ditempatkan di kawasan rawan bencana guna mendukung sistem pemantauan cuaca yang telah ada.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, inovasi teknologi cuaca harus memiliki jaminan keselamatan operasional serta kepastian hukum. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung kegiatan riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik di Yogyakarta, demikian tulis BMKG, Sabtu (7/2).
“Setiap inovasi teknologi, termasuk radar cuaca ini, harus memiliki standar keselamatan operasional dan perlindungan paten yang bersifat universal agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Teuku Faisal.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menjelaskan bahwa riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik telah berlangsung sejak 2020 dan melibatkan kolaborasi antara BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian teknologi nasional dengan tingkat komponen dalam negeri yang tinggi.
Menurut Teuku Faisal, radar cuaca non-polarimetrik ini tidak menggantikan sistem radar cuaca operasional yang telah dimiliki BMKG, melainkan berfungsi sebagai perangkat pendukung untuk memperluas jangkauan informasi cuaca secara real-time, khususnya di wilayah yang belum terpantau secara optimal.
BMKG juga akan mendorong proses sertifikasi, standarisasi, serta hilirisasi teknologi radar tersebut agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan pemangku kepentingan setelah seluruh tahapan pengujian selesai.
Ia menegaskan bahwa pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan teknologi nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem, sekaligus menunjukkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghasilkan inovasi teknologi strategis untuk keselamatan publik. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic