MANUSIA diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai makhluk sosial. Dalam setiap aspek kehidupan, Islam mendorong umatnya untuk bersatu, tidak bercerai-berai, dan menjalankan ibadah serta muamalah secara berjamaah.
Di balik perintah berjamaah ini, tersimpan janji agung dari Allah, yakni rahmat-Nya akan turun dan meliputi hamba-hamba yang bersatu dalam ketaatan.
Rahmat (ar-rahmah) adalah sifat kasih sayang Allah yang meliputi segala sesuatu. Ketika rahmat itu turun, maka kehidupan menjadi lapang, hati menjadi tenang, urusan dimudahkan, dan dosa-dosa diampuni. Salah satu sebab utama turunnya rahmat tersebut adalah berjamaah.
Allah berfirman dalam surat Ali ‘Imran ayat 103:
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjamaah, dan janganlah bercerai-berai, serta ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara.”
“Tali Allah” adalah Al-Qur’an dan agama Islam. Berpegang teguh secara bersama-sama akan melahirkan persaudaraan dan cinta. Nikmat persatuan ini adalah rahmat besar, karena dari situlah lahir kekuatan, keamanan, dan keberkahan hidup. Sebaliknya, perpecahan adalah pintu masuk azab dan hilangnya rahmat.
Pada ayat lain Allah berfirman:
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَهُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ يُّدْخِلُ مَنْ يَّشَاۤءُ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ وَالظّٰلِمُوْنَ مَا لَهُمْ مِّنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
“Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan mereka umat yang satu. Akan tetapi, Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Adapun orang-orang zalim, mereka sama sekali tidak memiliki pelindung dan penolong.” (Q.S. Asy-Syura: 8).
Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
“Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia akan sulit mensyukuri yang banyak. Siapa yang tidak mau berterima kasih pada manusia, berarti ia tidak bersyukur pada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah bentuk syukur. Enggan menyebutnya adalah bentuk kufur. Bersatu dalam satu jama’ah adalah rahmat. Sedangkan perpecahan adalah azab.” (H.R. Ahmad dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma).
Pada hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الْجَمَاعَةِ، وَمَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ
“Sesungguhnya Allah bersama jamaah. Barangsiapa menyimpang (dari jamaah), maka ia menyimpang ke dalam neraka.” (H.R. At-Tirmidzi).
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
Makna “Allah bersama jamaah” adalah rahmat, pertolongan, dan perlindungan-Nya menyertai kelompok yang bersatu di atas kebenaran.
Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ mengingatkan orang yang memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin terancam hilangnya rahmat.
مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ
“Barangsiapa memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, maka sungguh ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya.” (H.R. Ahmad).
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
Maksudnya, ia kehilangan jaminan keselamatan dan rahmat dari Allah. Sebab, setan selalu bersama orang yang sendirian dan lebih mudah menggoda.
Begitulah, berjamaah bukan sekadar kumpul fisik, tetapi bersatu di atas ketaatan, kebenaran, dan saling mengasihi karena Allah.
Mari kita tingkatkan kualitas keberjamaahan kita. Dengan berjamaah, hidupkan sunnah, niscaya rahmat Allah akan membanjiri kehidupan kita.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu berjamaah dan mendapatkan rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Aamiin. []
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic