Medan, MINA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Utara.
Selain fokus pada distribusi logistik bagi warga terdampak, upaya pemulihan infrastruktur vital juga dilakukan secara bertahap guna mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
BNPB merilis perkembangan terbaru penanganan bencana tersebut hingga Jumat (12/12). Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 343 jiwa meninggal dunia, sementara 98 orang masih dinyatakan hilang. Adapun jumlah warga terdampak yang harus mengungsi mencapai 53.523 jiwa, yang tersebar di 87 titik pengungsian di berbagai kabupaten dan kota terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa distribusi bantuan logistik terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan tidur, obat-obatan, serta dukungan layanan kesehatan darurat.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
“Data terkini mencatat 343 jiwa meninggal dunia dan 98 jiwa masih hilang, sementara 53.523 warga mengungsi di 87 titik,” ujar Abdul Muhari yang akrab disapa Aam, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/12).
Ia menambahkan, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik pengungsian terbanyak. Di daerah tersebut, tercatat masing-masing 17 titik pengungsian berada di Kecamatan Tukka dan 21 titik di Kecamatan Sitahuis. Kondisi ini menunjukkan besarnya dampak bencana terhadap masyarakat setempat, sekaligus menjadi perhatian utama dalam proses penanganan darurat.
Selain penanganan pengungsi, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan upaya pemulihan infrastruktur, termasuk akses jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir dan longsor. Langkah ini dinilai penting untuk membuka kembali jalur distribusi bantuan serta mempercepat aktivitas masyarakat menuju kondisi normal.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana berjalan efektif dan tepat sasaran. []
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic