Palembang, MINA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra masih perlu diwaspadai menjelang akhir Oktober 2026. Di Sumatera Selatan (Sumsel), pemantauan satelit mendeteksi 84 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada Sabtu (31/10).
Sementara upaya pemadaman dan penanganan di sejumlah wilayah masih berlangsung.
Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga pukul 05.00 WIB, jumlah titik panas di Sumsel meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 27 titik. Sebaran titik panas tersebut ditemukan di 12 daerah di provinsi itu.
Dua wilayah yang menjadi fokus penanganan karhutla di Sumsel adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Enim.
Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November
Di OKI, penanganan berlangsung antara lain di Kecamatan Pangkalan Lampam, Pedamaran, dan Cengal. Sementara di Muara Enim, titik kebakaran yang ditangani berada di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel melaporkan, berdasarkan patroli pada Jumat (30/10), ditemukan delapan kejadian karhutla dengan perkiraan luas lahan terdampak mencapai 46,50 hektare.
Kejadian tersebut tersebar di sejumlah lokasi, termasuk OKI, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Upaya pengendalian juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Jumat (30/10).
Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi
Satgas Udara melaksanakan empat sorti penerbangan untuk mendukung upaya peningkatan potensi hujan. Operasi tersebut menggunakan pesawat Casa 212 dan Cessna Grand Caravan 208B, dengan penyemaian bahan berupa dry ice dan natrium klorida (NaCl).
Di sisi lain, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel masih perlu mendapat perhatian. Laporan BPBD yang dikutip IDN Times menyebutkan kualitas udara berdasarkan pengukuran PM2.5 bervariasi dari kategori sedang hingga tidak sehat.
Jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang tercatat sekitar 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB.
Masyarakat di wilayah rawan karhutla diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan api atau asap kepada petugas.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Senin 2 November 2026
Pemantauan titik panas perlu diikuti pemeriksaan lapangan karena deteksi satelit tidak selalu berarti kebakaran aktif, sedangkan api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan meskipun tidak terlihat dari luar.
Selain itu Jambi masih mencatat sembilan titik panas, sedangkan Riau tidak terdeteksi titik panas berdasarkan laporan BNPB pukul 12.39 WIB hari ini.
Selanjutnya wilayah Sumatra lainnya, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumsel, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung, dilaporkan nihil titik api dalam rekap pemantauan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hujan Berpotensi Meluas di Sumatra, Warga Diminta Waspada
















Mina Indonesia
Mina Arabic