Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China Tegaskan Kerja Sama dengan Iran Tak Terganggu oleh Manuver AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:03 WIB

19 Views ㅤ

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun (foto: X)

Beijing, MINA – China menegaskan kerja sama dengan Iran tidak boleh diganggu Amerika Serikat (AS), menyusul keputusan Washington memperluas sanksi ekonomi terhadap Teheran dan mengancam negara-negara yang tetap menjalin hubungan dagang dengan Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan hubungan Beijing dengan Teheran berlangsung sesuai hukum internasional. Ia menegaskan China menolak tindakan sepihak AS yang dinilai berpotensi memperluas ketegangan.

“Kerja sama China-Iran sesuai dengan kerangka hukum internasional dan tidak boleh diganggu atau dilemahkan,” demikian sikap Beijing yang disampaikan setelah Washington mengumumkan perluasan sanksi terhadap jaringan perdagangan Iran. Xinhua melaporkan, Rabu (26/8).

China juga meminta semua pihak mengedepankan sikap rasional dan menahan diri.

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Sikap tersebut muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan paket sanksi baru yang menyasar 60 individu, entitas, dan kapal yang terkait dengan Iran.

Washington juga memperingatkan negara atau perusahaan yang tetap melakukan bisnis dengan Iran dapat menghadapi konsekuensi dari sistem keuangan berbasis dolar AS.

China menjadi perhatian utama Washington karena merupakan pembeli terbesar minyak Iran. Data yang dikutip Reuters menunjukkan China selama ini menyerap lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran. Sejumlah kilang independen China masih membeli minyak Iran, sementara transaksi dapat dilakukan melalui mekanisme non-dolar untuk mengurangi dampak sanksi AS.

Meski demikian, Washington tampaknya masih berhati-hati untuk menjatuhkan sanksi langsung kepada lembaga keuangan besar China.

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Langkah tersebut kemungkinan berkaitan dengan upaya menjaga hubungan AS-China menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Namun, eskalasi sanksi tetap berisiko membuka front baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Bagi Iran, dukungan ekonomi China menjadi salah satu penopang penting menghadapi tekanan AS. Tehran sendiri mengecam perluasan sanksi Washington sebagai tindakan ilegal dan menyatakan akan melawan tekanan ekonomi tersebut.

Ketegangan ini menunjukkan bahwa upaya AS mengisolasi Iran secara ekonomi tidak hanya berhadapan dengan Tehran, tetapi juga berpotensi memperumit hubungan Washington dengan Beijing. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel

Rekomendasi untuk Anda