Beijing, MINA – China menegaskan kerja sama dengan Iran tidak boleh diganggu Amerika Serikat (AS), menyusul keputusan Washington memperluas sanksi ekonomi terhadap Teheran dan mengancam negara-negara yang tetap menjalin hubungan dagang dengan Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan hubungan Beijing dengan Teheran berlangsung sesuai hukum internasional. Ia menegaskan China menolak tindakan sepihak AS yang dinilai berpotensi memperluas ketegangan.
“Kerja sama China-Iran sesuai dengan kerangka hukum internasional dan tidak boleh diganggu atau dilemahkan,” demikian sikap Beijing yang disampaikan setelah Washington mengumumkan perluasan sanksi terhadap jaringan perdagangan Iran. Xinhua melaporkan, Rabu (26/8).
China juga meminta semua pihak mengedepankan sikap rasional dan menahan diri.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sikap tersebut muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan paket sanksi baru yang menyasar 60 individu, entitas, dan kapal yang terkait dengan Iran.
Washington juga memperingatkan negara atau perusahaan yang tetap melakukan bisnis dengan Iran dapat menghadapi konsekuensi dari sistem keuangan berbasis dolar AS.
China menjadi perhatian utama Washington karena merupakan pembeli terbesar minyak Iran. Data yang dikutip Reuters menunjukkan China selama ini menyerap lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran. Sejumlah kilang independen China masih membeli minyak Iran, sementara transaksi dapat dilakukan melalui mekanisme non-dolar untuk mengurangi dampak sanksi AS.
Meski demikian, Washington tampaknya masih berhati-hati untuk menjatuhkan sanksi langsung kepada lembaga keuangan besar China.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Langkah tersebut kemungkinan berkaitan dengan upaya menjaga hubungan AS-China menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Namun, eskalasi sanksi tetap berisiko membuka front baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Bagi Iran, dukungan ekonomi China menjadi salah satu penopang penting menghadapi tekanan AS. Tehran sendiri mengecam perluasan sanksi Washington sebagai tindakan ilegal dan menyatakan akan melawan tekanan ekonomi tersebut.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa upaya AS mengisolasi Iran secara ekonomi tidak hanya berhadapan dengan Tehran, tetapi juga berpotensi memperumit hubungan Washington dengan Beijing. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic