SETIAP kita pasti punya Impian atau cita-cita yang sedang diperjuangkan. Ada program yang ingin diselesaikan. Ada target yang hendak dicapai. Ada kebaikan besar yang sedang kita rintis dari nol.
Tapi entah mengapa, jalan jadi terasa terjal. Pikiran terasa sumpek. Semangat naik turun seperti ombak.
Pernahkah kita merasa seperti itu? Merasa sudah berusaha, tapi seolah ada tembok tak terlihat yang menghalangi?
Jika iya, maka kita sedang berada di tempat yang pernah dilalui para Nabi. Mereka para Nabi pun diuji. Bahkan lebh kompleks lagi. Namun, Allah tidak membiarkan para Nabi itu sendirian. Allah mengajarkan doa. Doa yang membuka segala kesulitan.
Baca Juga: Sesama Muslim Bersaudara: Merawat Ukhuwah, Membela yang Tertindas
Belajar dari Nabi Musa
Kisah Nabi Musa ‘Alaihis Salam adalah salah satu yang paling mengharukan.
Saat itu, Nabi Musa dipanggil untuk menghadap Firaun. Penguasa paling zalim di muka bumi pada masa itu. Nabi Musa tidak punya pasukan. Tidak punta kekayaan. Tidak punta pengaruh. Bahkan lisannya pun tergagap karena pernah terluka di masa kecil.
Lalu Nabi Musa memohon kepada Allah. Ia tidak meminta diubah menjadi pemberani dalam semalam. Ia tidak meminta Firaun tiba-tiba mati. Tapi Musa meminta kemudahan dari kesulitan. Kesulitan bukan untuk ditinggal pergi, tapi untuk dihadapi dan diselesaikan.
Baca Juga: Bersyukur Tak Bertapi, Bersabar Tak Bertepi
Allah mengabadikan doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an. Doa yang sangat singkat, namun begitu dalam:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي . وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي . وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي . يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Ya Rabb-ku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28)
Mari kita coba renungkan satu per satu, karena doa tersebut bukan hanya untuk Nabi Musa. Doa ini untuk kita yang sedang berjuang di jalan kebaikan.
Baca Juga: Membaca Ulang Resolusi Jihad dan Makna Hari Santri Nasional
Lapangkanlah Dadaku
Ketika dada terasa sempit, ide tidak mengalir, hati gelisah, maka kebaikan pun terasa berat. Maka mintalah kelapangan. Kelapangan hati menerima kegagalan. Kelapangan dada untuk tidak cemas. Dengan dada lapang, program yang rumit pun terasa ringan.
Mudahkanlah Urusanku
Ini inti dari segalanya. Bukan meminta hasil instan. Tapi meminta proses menjadi mudah. Langkah-langkah kecil terasa enteng. Jalan keluar muncul tiba-tiba. Allah tidak selalu mengubah gunung menjadi datar. Tapi Dia bisa memberi kita kaki yang kuat untuk mendakinya.
Baca Juga: Alhamdulillah di Ufuk Pagi: Mensyukuri Terbukanya Mata
Lepaskanlah Kekakuan Lidahku
Ketika kita berjuang untuk kebaikan, kita butuh bicara. Meyakinkan tim. Menjelaskan visi. Memohon bantuan. Jika lidah kaku, maksud baik bisa salah ditangkap. Maka mintalah kelancaran bicara, bukan untuk berbohong, tapi agar kebenaran tersampaikan dengan indah.
Doa Nabi Musa ini sering kita baca ketika ingin sukses di pekerjaan, ingin target tercapai, ingin program lancar. Dan itu boleh. Tidak salah.
Namun yang lebih dalam, Musa meminta kemudahan untuk tugas agung, yaitu menyampaikan kebenaran di hadapan kezaliman. Dengan doa itu, doa kita takkan sia-sia.
Baca Juga: Pentingnya Tabayun dan Relevansinya di Era Digital
Maka, mari jangan tunggu sampai program kacau baru berdoa. Jadikan doa ini sebagai rutin tiap selesai shalat, tiap pagi sebelum memulai pekerjaan. Atau setiap kali dada terasa sesak di tengah jalan. Tiap akan presentasi, mengajar, berpidato atau berdiskusi.
Setelah berdoa, jangan hanya duduk diam. Gerakkan kaki. Kerjakan program. Kejar target. Tapi hati tetap sadar, semua lancar atau tidak, pada akhirnya adalah ketetapan Allah.
Doa Karena Kita Terbatas
Doa bukan untuk memaksa Allah. Doa adalah cara kita merendahkan diri di hasapan Allah yang Maha Kuat. Mengakui bahwa akal kita terbatas. Dan anehnya, saat kita mengakui keterbatasan itulah, Allah justru meluaskan kemampuan kita.
Baca Juga: Ketika Kemarau Panjang Melanda: Saatnya Mengetuk Pintu Langit dengan Shalat Istisqa
Maka mulai hari ini, sebelum memulai apa pun, panjatkan doa Nabi Musa. Rasakan dada yang mulai lega. Rasakan urusan yang terasa lebih ringan. Rasakan lidah yang lebih jernih.
Karena janji Allah tidak pernah dusta. Dia Maha Mendengar. Maha Mengabulkan.
Terutama untuk doa orang yang sedang berjuang di jalan kebaikan.
Dan jangan lupa selalu baca doa Nabi Musa yang agung itu. Semoga segala urusan kebaikan kita dimudahkan, program berjalan lancar, target tercapai, dan Allah selalu membimbing dari dekat.
Baca Juga: Rizky Ridho Selebrasi dengan Sujud Syukur, Ini Maknanya dalam Islam
Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: 2 Oktober 1187: Ketika Panglima Shalahuddin Membebaskan Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic