Dompet Dhuafa Distribusikan Daging Kurban di Sekitar Zona Madina, Parung

Bogor, MINA – Sehabis pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha 1440 H pada Ahad (11/8), Kawasan terpadu Zona Madina. Parung, Bogor,  Dompet Dhuafa melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Hewan kurban berupa kambing dan domba premium sebanyak 62 ekor.

Bersama mojang jajaka Bogor serta Influencer yang hadir yaitu Hamidah Rachmayanti membagikan daging kurban kepada penerima manfaat yang berada di sekitar Zona Madinah, Parung, Bogor, Senin (12/8).

Menurut Yuli Pujihardi selaku Direktur ZIS Dompet Dhuafa dalam sambutannya, di Kawasan Zona Madina, masih banyak sekali ditemukan pohon bambu. Untuk itu, penggunaan besek sebagai media hantaran hewan kurban bukan hanya menjadi sehat, tetapi juga membuat usaha ekonomi masyarakat kecil menjadi bertumbuh.

“Dompet Dhuafa mendorong terjadinya perputaran siklus ekonomi masyarakat jauh lebih baik sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi limbah plastik,” kata Yuli.

Kegiatan Tebar Hewan Kurban (THK) dibuka oleh Direktur Zona Madina, Yuli Pujihardi, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada donatur yang telah mempercayakan Dompet Dhuafa dalam mengelola dan mendistribusikan hewan kurban ke pelosok negeri.

Satu demi satu, hewan kurban disembelih, kemudian dibersihkan dan didistribusikan ke 930 penerima manfaat di Kawasan Zona Madina, yang terdiri dari empat kecamatan: Kemang, Parung, Ciseeng dan Tajur Halang. Lokasi distribusi ditujukan ke daerah-daerah terpinggirkan.

Dalam pendistribusian hewan kurban, Zona Madina Dompet Dhuafa telah menerapkan go green, Dompet Dhuafa menggunakan besek yang terbuat dari bambu sebagai wadah daging kurban. Dengan dilapisi daun pisang, membuat daging menjadi lebih segar dan tidak terkontaminasi dengan racun yang ada pada plastik.

Dompet Dhuafa menggalakkan kampanye mengurangi kantong plastik untuk pendistribusian daging kurban. Selain tidak baik untuk kesehatan, kantong plastik sekali pakai juga tidak bersahabat dengan lingkungan.

Sebagai gantinya, Dompet Dhuafa akan menggunakan wadah besek yang terbuat dari bambu. Dengan diambilnya bambu sebagai pengganti plastik, diharapkan bisa lebih ramah terhadap alam, lantaran bahan dasar besek bisa langsung terurai oleh alam.(L/R01/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)