Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua Penumpang Qatar Airways Serang Awak Kabin Saat Penerbangan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 13 September 2026 - 14:35 WIB

Ahad, 13 September 2026 - 14:35 WIB

58 Views ㅤ

Qatar Airways (FB)

Doha, MINA –  Dua penumpang pesawat Qatar Airways dilaporkan menyerang awak kabin, dan memicu kekacauan saat pernerbangan dari Melbourne menuju Doha pada Jumat (11/9) sore.

Mengutip Daily Mail, insiden bermula tak lama setelah pesawat lepas landas dari Melbourne.

Kedua pria tersebut diduga meludahi dan menanduk pramugari, sebelum mengklaim memiliki senjata api. Pernyataan itu memicu kepanikan di dalam kabin.

Seorang penumpang, Jacqueline Felgate, merekam insiden tersebut dan mengklaim kedua pria itu “agresif dan gelisah.”

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Rekaman yang beredar menunjukkan awak kaibn lain dan dibantu beberapa penumpang mengendalikan kedua pria tersebut.

Setelah berhasil diringkus, kedua pelaku diikat dengan tali zip (cable ties), pengikat kabel dengan pengunci satu arah, yang biasa digunakan sebagai pengganti borgol sementara untuk menahan seseorang.

Saksi penumpang lain menyebut insiden tersebut “menakutkan” dan menghardik perilaku kedua penumpang yang dinilai “memalukan” karena memperlakukan awak kabin dengan buruk.

Tepuk Tangan Penumpang

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Saksi mengatakan semua penumpang di dalam pesawat bertepuk tangan ketika kedua pelaku berhasil diamankan.

Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Hamad, Doha, pihak berwenang Qatar langsung menaiki pesawat untuk menjemput kedua pelaku tersebut.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai tuduhan spesifik yang dijeratkan kepada kedua pria tersebut.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia juga belum mengonfirmasi apakah kedua pria tersebut merupakan warga negara Australia, yang bisa mempengaruhi proses hukum dan kemungkinan deportasi mereka di masa depan.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Maskapai Qatar Airways menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan kru serta penumpang  menjadi prioritas utama. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Rekomendasi untuk Anda