Faksi-Faksi Palestina: Normalisasi Sudan-Israel Tikaman Baru Bagi Rakyat Palestina

Yerusalem, MINA – Faksi-Faksi Perjuangan Palestina memberikan reaksi keras atas normalisasi hubungan Sudan dan Israel.

Wasel Abu Yusef, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan, “Bergabungnya Sudan dengan Pendudukan Israel merupakan tusukan baru di belakang rakyat Palestina dan pengkhianatan atas tujuan yang adil dan penyimpangan dari Inisiatif Perdamaian Arab.”

Sementara itu, seorang pemimpin terkemuka dalam gerakan Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan, Jumat (23/10) seperti dikutip dari Shehab News Agency, bahwa normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel “menyakitkan.”

Abu Zuhri menambahkan, melalui Twitter, pengumuman normalisasi hubungan antara Sudan dan pendudukan adalah masalah yang menyakitkan, dan tidak sejalan dengan sejarah Sudan yang mendukung perjuangan Palestina.

Pada hari itu juga, gerakan Jihad Islam Palestina menganggap normalisasi hubungan rezim Sudan dengan Tel Aviv sebagai “hadiah gratis untuk Israel.”

“Rezim Sudan meluncur ke Sudan menuju pelukan Israel, dan itu memberikan hadiah gratis kepada Israel dan membayar dari makanan rakyat Sudan yang miskin dan terlantar, sejumlah besar uang untuk mendapatkan kepuasan Amerika,” kata juru bicara gerakan, Dawood Shehab.

Dia menambahkan, “Mereka merekam buku hitam dalam sejarah Sudan.”

“Kami yakin bahwa rakyat Sudan dan partai-partai nasional di Sudan tidak akan menerima, dan kekuatan revolusi dan perubahan di depan pilihan yang menentukan akan menentukan jalan perubahan di negara ini yang sangat kami sayangi,” lanjutnya.

Front Demokratik berkomentar, kami mengutuk perjanjian normalisasi antara Sudan dan entitas Zionis, yang merupakan tusukan di depan hak-hak nasional rakyat Palestina, pelanggaran prinsip, nilai-nilai Arabisme dan layanan gratis bagi pendudukan untuk melanjutkan kejahatannya terhadap rakyat Palestina.

Sementara itu, Front Populer mengatakan, normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel adalah pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina. (T/R12/P1)

Mi’raj News Agency (MINA).