Fery Farhati: Ibu Ibukota Awards Tunjukkan Wajah Lain Jakarta

Ibu Fery Farhati dalam wawancara khusus dengan MINA secara virtual pada Senin (1/11). (Foto: hasil tangkapan layar)

Jakarta, MINA – Istri Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Ibu Fery Farhati mengatakan, adanya kegiatan Ibu Ibukota Awards menjadi salah satu ajang untuk menunjukkan wajah lain dari Jakarta.

“Kalau yang digambarkan tentang Jakarta itukan gedung tinggi, kehidupan keras, tapi yang saya lihat justru banyak hal yang membuat hati saya begitu hangat, perempuan-perempuan yang punya kepedulian tinggi, yang kemudian diterjemahkan dalam aktivitas di rumah di (lingkungan) sekitar rumah,” kata Fery dalam Wawancara Khusus dengan MINA tentang ‘Ibu Ibukota Awards’ secara Virtual, Senin (1/11).

Puncak apresiasi dari Ibu Ibukota Awards ini diadakan setiap tanggal 22 Desember, atau bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.

Ibu Ibukota Awards merupakan wadah apresiasi yang mengangkat cerita perempuan penggerak #AksiHidupBaik yang ada di Jakarta. Digagas oleh Fery Farhati, Istri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Ibu Ibukota Awards pertama kali diselenggarakan pada 2019 dan berlanjut setiap tahunnya.

Ajang apresiasi ini bertujuan agar masyarakat menjadi lebih empati dan peduli dengan situasi yang ada di sekitar, sehingga tergerak melakukan #AksiHidupBaik di lingkungannya. Berkontribusi bersama, menjadikan Jakarta kota yang lebih baik

Ia mengatakan, ibu-ibu banyak melakukan aktivitas di sekitar rumah dari mulai menjaga lingkungan, pendidikan anak usia dini, atau mungkin bercocok tanam, memilah sampah, itu semua aktivitas yang dilakukan ibu-ibu, yang bisa dirasakan manfaatnya tidak hanya di sekitar rumahnya tetapi tentunya lingkungan bahkan Kota.

“Jadi seluruh kota itu terdampak dengan aktivitas kecil di seluruh sudut kota, saya selalu kabarkan ini seperti Terapi akupuntur. Kalau terapi akupuntur itu ditusuk satu titik dengan jarum yang kecil, tetapi dampaknya keseluruh tubuh. Nah ini ibu-ibu melakukan banyak aktivitas, akupuntur ini di sudut-sudut Jakarta, yang kemudian dirasakan manfaatnya oleh Kota,” katanya.

Fery mengungkapkan, adanya Ibu Ibukota Award ini, ia ingin mengangkat kisah kisah Jakarta yang tidak hanya tentang kemacetan, banjir, atau tentang suasana kota yang keras, tapi ternyata banyak sekali orang baik yang membuat suasana Jakarta menjadi lebih harmonis penuh harapan.

“Yang dilakukan itu walaupun sederhana sudah bisa kita rasakan, mereka itu orang yang mungkin secara ekonomi biasa saja, tapi itu yang membuat saya melihat betapa begitu tulusnya mereka, mau meluangkan waktu untuk menolong dan menjadi penggerak hingga membawa perubahan di masyarakat, mereka punya ketulusan yang luar biasa,” kata Fery. . (L/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)