Zurich, MINA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi membatalkan rencana penjualan sebagian saham bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah proposal tersebut menuai penolakan luas dari berbagai konfederasi dan asosiasi sepak bola dunia.
Keputusan itu diumumkan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan alasan menjaga persatuan dan kepentingan jangka panjang sepak bola dunia. Demikian rilis resmi FIFA, Sabtu (1/8).
Infantino mengatakan FIFA telah mendengarkan berbagai masukan dari para pemangku kepentingan. Menurutnya, meskipun usulan tersebut mendapat sebagian dukungan, perbedaan pandangan yang muncul dinilai berpotensi memecah persatuan sehingga organisasi memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut.
Sebelumnya, FIFA berencana melepas sekitar 20 persen saham pada entitas baru yang akan mengelola penyelenggaraan berbagai turnamen, termasuk Piala Dunia.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 2-6, Tuan Rumah Dibantai
Skema itu diproyeksikan menghimpun dana miliaran dolar AS untuk mendukung pengembangan sepak bola global, namun justru memicu kritik tajam dari berbagai konfederasi.
Penolakan paling keras datang dari UEFA, yang menilai Piala Dunia merupakan warisan sepak bola dunia dan tidak layak diperlakukan sebagai aset investasi.
Sikap serupa kemudian diikuti Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang menilai proposal tersebut disusun tanpa konsultasi yang memadai dengan anggota FIFA.
Gelombang penolakan tersebut bahkan sempat memunculkan ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA apabila rencana privatisasi tetap dijalankan.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 1-3 pada Babak Pertama, Joao Felix Brace
Sejumlah asosiasi dan liga profesional juga mengingatkan bahwa masuknya investor swasta berpotensi menggeser orientasi pengelolaan sepak bola dari kepentingan olahraga menjadi kepentingan bisnis semata.
Keputusan membatalkan penjualan saham dipandang sebagai langkah FIFA untuk meredakan ketegangan di internal organisasi sekaligus menjaga kepercayaan anggotanya.
Dengan dibatalkannya proposal tersebut, FIFA diperkirakan akan kembali memfokuskan upaya pada pengembangan kompetisi dan tata kelola sepak bola global menjelang penyelenggaraan berbagai turnamen internasional dalam beberapa tahun mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Megawati Hangestri Tanding Selasa Besok, GS Caltex dan Pink Spider Menang di Laga Pertama
















Mina Indonesia
Mina Arabic