Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan 18 Orang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

85 Views ㅤ

Ilustrasi: suhu panas ekstrem membuat pinguin mati di pantai yang kering. (Gambar: Dreamina)

Paris, MINA – Sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis dalam beberapa hari terakhir. Suhu yang mencapai tingkat sangat tinggi di sejumlah wilayah memicu peringatan kesehatan nasional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di Eropa.

Kementerian Kesehatan Prancis menyatakan sebagian besar korban berasal dari kelompok rentan, termasuk lanjut usia dan individu yang memiliki penyakit bawaan. Anadolu melaporkan, Selasa (23/6).

Otoritas setempat juga melaporkan peningkatan jumlah warga yang memerlukan perawatan medis akibat dehidrasi, kelelahan panas, dan gangguan kesehatan terkait suhu tinggi.

Selain menimbulkan korban jiwa, cuaca panas ekstrem turut mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah sekolah menyesuaikan kegiatan belajar, sementara pemerintah daerah membuka pusat-pusat pendinginan untuk membantu warga menghadapi suhu yang terus meningkat.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Di beberapa wilayah, penggunaan air dan listrik juga mengalami lonjakan signifikan.

Gelombang panas yang melanda Prancis merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang juga dirasakan negara-negara lain di Eropa.

Italia, Spanyol, Portugal, dan Yunani dilaporkan menghadapi suhu di atas rata-rata musiman, dengan beberapa daerah mencatat temperatur mendekati atau bahkan melampaui 40 derajat Celsius.

Frekuensi dan intensitas gelombang panas di Eropa meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Mereka mengaitkan fenomena tersebut dengan perubahan iklim global yang menyebabkan musim panas menjadi lebih panjang, lebih panas, dan lebih berbahaya bagi kesehatan masyarakat serta lingkungan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pemerintah Prancis terus mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terpanas, memperbanyak konsumsi air, serta memberikan perhatian khusus kepada lansia dan kelompok rentan lainnya.

Otoritas cuaca memperkirakan suhu tinggi masih berpotensi bertahan di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda