Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guardiola Tegaskan Hormati Keberagaman Usai Pemain City Dicemooh Saat Buka Puasa

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 Maret 2026 - 01:01 WIB

Senin, 2 Maret 2026 - 01:01 WIB

15 Views ㅤ

Pelatih Manchester City Pep Guardiola (Foto: dok. Daily Post)

West Yorkshire, MINA – Situasi emosional terjadi di stadion saat pertandingan Manchester City melawan Leeds United berjalan ketika beberapa pemain tim itu mendapat cemoohan dari sebagian kecil suporter saat momen buka puasa pada bulan Ramadhan ini.

Peristiwa ini mencuat menjadi sorotan setelah pelatih Pep Guardiola angkat suara mengajak semua pihak menghormati keberagaman dalam sepak bola. ESPN melaporkan.

Insiden memalukan itu terjadi pada menit ke-13, tepat saat matahari terbenam di kawasan West Yorkshire. Sesuai protokol resmi Liga Primer Inggris, wasit menghentikan pertandingan sejenak untuk memberi kesempatan kepada Omar Marmoush, Rayan Ait-Nouri, dan Rayan Cherki membatalkan puasa mereka di pinggir lapangan.

Namun, momen sakral tersebut justru disambut dengan sorakan “boo” dari tribun suporter tuan rumah.

Baca Juga: Pink Spiders vs Red Sparks: 3-0, Set Kedua Menegangkan

Guardiola, yang dikenal memiliki pandangan menghormati perbedaan budaya dan agama, segera merespons insiden itu.

“Sepak bola adalah tempat untuk menghormati semua orang. Kita harus menghormati keyakinan dan tradisi satu sama lain,” tegasnya dalam konferensi pers usai laga.

Ia menambahkan bahwa buka puasa merupakan bagian penting dari ibadah yang dijalani para pemain Muslimnya.

Respons pelatih asal Spanyol ini mendapat dukungan dari sejumlah pemain senior Manchester City. Mereka secara terbuka menyatakan bahwa timnya adalah keluarga besar yang mencakup individu dari berbagai latar belakang agama dan budaya, serta menolak segala bentuk diskriminasi di dalam dan luar lapangan.

Baca Juga: Melbourne Victory vs Persib : 1-2, Maung Bandung Lolos ke Babak Gugur

Peristiwa ini kembali membuka perdebatan tentang hubungan antara olahraga dan ekspresi keagamaan dalam kompetisi profesional.

Beberapa pengamat sepak bola menilai bahwa sikap saling menghormati sangat penting di era globalisasi saat banyak klub di liga top Eropa memiliki pemain dengan beragam latar belakang budaya dan keyakinan, termasuk Muslim yang menjalankan puasa Ramadan sambil tetap berkompetisi di level tinggi.

Di musim kompetisi sepak bola top Eropa, fenomena pemain menjalani puasa Ramadan di tengah jadwal padat pertandingan bukan hal baru. Klub-klub besar seperti Manchester United, Arsenal, dan Liverpool juga memiliki pemain Muslim yang sering disorot saat menjalankan ibadah puasa sembari tetap tampil di level profesional.

Pengelolaan pola makan, hidrasi, dan pemulihan menjadi perhatian khusus tim medis klub guna menjaga performa pemain selama bulan suci. []

Baca Juga: Melbourne Victory vs Persib Bandung: Babak Pertama 0-0

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda