Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Habib Muhammad: Bencana Sumatra Akibat Ulah Manusia Merusak Lingkungan

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 14 Desember 2025 - 00:44 WIB

Ahad, 14 Desember 2025 - 00:44 WIB

18 Views ㅤ

Bencana di Sumatera Bukan Sekadar Alam, Tapi Akibat Kerusakan Lingkungan (Doc : Anadolu)

Jatinegara, MINA – Habib Muhammad menegaskan bahwa rangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak tepat jika hanya disebut sebagai bencana alam semata. Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia menjadi faktor utama yang memperparah dampak bencana tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Habib Muhammad di hadapan jamaah pada Sabtu (14/12), saat menanggapi banjir bandang dan bencana ekologis yang terjadi di beberapa daerah.

Ia menilai deforestasi, perusakan hutan, serta pengelolaan alam yang tidak bertanggung jawab telah merusak keseimbangan lingkungan dan menghilangkan daya tampung alam terhadap air hujan.

“Jangan salahkan alam, apalagi hujan. Hujan itu rahmat dari Allah SWT. Hal yang harus disadari adalah kerusakan yang dibuat oleh tangan manusia sendiri,” ujar Habib Muhammad.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Ia menolak anggapan yang menyebut hujan sebagai penyebab utama banjir bandang. Menurutnya, hujan yang turun untuk membasahi bumi merupakan bagian dari kasih sayang Allah kepada manusia.

Namun, ketika alam sudah rusak, air hujan yang seharusnya membawa keberkahan justru berubah menjadi bencana karena tidak lagi dapat diserap secara alami.

Lebih lanjut, Habib Muhammad menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sebagai amanah dari Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa eksploitasi alam tanpa memperhatikan kelestariannya akan terus menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan manusia, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Dalam kesempatan itu, Habib Muhammad juga mendorong pemerintah untuk menetapkan status darurat nasional atas bencana yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, penetapan status tersebut akan mempercepat dan memaksimalkan penanganan bencana.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

“Jika status darurat nasional ditetapkan, maka seluruh kekuatan negara akan bergerak. Dana bisa segera dialokasikan, dan bantuan internasional juga dapat masuk dengan cepat untuk menolong saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan,” tegasnya.

Ia berharap langkah cepat dan terpadu dari pemerintah, didukung oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, dapat menjadi solusi jangka pendek dan jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang di masa mendatang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA