Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Haji Raafat Jabr Perbaiki Ratusan Al-Quran dari Reruntuhan Gaza

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 6 Mei 2026 - 08:25 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:25 WIB

19 Views ㅤ

Haji Raafat Jabr. (Jaridah Al-Quds)

Gaza, MINA – Di tengah gang-gang Kota Gaza yang tertutup puing-puing rumah-rumah hancur, Haji Raafat Jabr sibuk di dalam sebuah tenda sederhana. Ia tengah menjalankan misi yang sangat mulia, memperbaiki apa yang tersisa dari Al-Quran.

Inisiatif individual tersebut lahir sebagai respons atas kehancuran luas yang ditimbulkan oleh mesin perang pendudukan zionis Israel terhadap masjid-masjid dan tempat-tempat suci selama perang genosida yang melanda Jalur Gaza.

Menurut Jaridah Al-Quds, dalam laporannya, Selasa (5/5), inisiatif Haji Jabr mulai dikenal luas oleh warga Gaza. Warga pun berbondong-bondong mendatanginya, membawa ratusan salinan Al-Qur’an yang robek, lusuh, dan rusak. Warga berharap agar kitab suci mereka dapat dikembalikan ke kondisi layak baca dan dibaca lagi.

Dengan peralatan yang sangat sederhana, Haji Jabr bekerja tanpa lelah. Ia membersihkan debu dari halaman-halaman yang suci dan memperbaiki sampul-sampul yang sobek akibat pecahan peluru. Setiap lembar ia perlakukan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Haji Jabr mengandalkan pengeluarannya sendiri dan kontribusi terbatas dari para dermawan. Ia tidak menerima kompensasi finansial apa pun dari warga yang datang meminta bantuan untuk memperbaiki Al-Quran.

Motivasi utamanya, ia menjelaskan, adalah kelangkaan Al-Qur’an baru di pasar Gaza akibat blokade yang terus berlanjut. Pendudukan Israel dengan tegas mencegah masuknya alat tulis dan buku-buku ke Jalur Gaza, termasuk kitab suci.

Bahan Baku Langka

Di dalam tenda sederhana yang terbuat dari kayu dan terpal nilon, Haji Jabr bersama para relawan sukarela menghadapi tantangan besar, yaitu kelangkaan bahan baku. Blokade Israel yang ketat mencegah akses masuknya kertas, karton tebal, dan perekat (lem)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Akibatnya, proses perbaikan menjadi sangat rumit dan memakan waktu. Setiap hari, Haji Jabr menerima puluhan Al-Qur’an rusak. Namun, kapasitas produksinya tidak melebihi 8 eksemplar per hari. Setiap kitab membutuhkan waktu berjam-jam untuk memastikan ia kembali ke bentuk aslinya.

“Kitabullah tidak pantas dibiarkan tetap terkoyak dan tercerai-berai. Saya ingin memuliakannya, meskipun dengan kesederhanaan alat dan bahan yang ada,” ujarnya.

Inisiatif Haji Raafat Jabr bukanlah sekadar karya seni restorasi kertas. Ia adalah pesan ketabahan Palestina, sebuah pernyataan tegas bahwa rakyat Gaza tetap berpegang teguh pada identitas dan keyakinan mereka, meskipun ada upaya sistematis untuk menghapus budaya dan agama mereka.

Dia percaya bahwa setiap huruf yang ia pulihkan adalah batu bata dalam membangun kembali ingatan Palestina. []

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda