Gaza, MINA – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, kembali menyerukan tuntutannya pada Sabtu (11/4) agar mediator dan negara-negara penjamin mengambil tindakan tegas atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Israel di Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan Israel melakukan “pembantaian mengerikan” di Gaza tengah pada Sabtu pagi.
“Pendudukan Zionis yang kriminal hari ini melakukan pembantaian mengerikan dengan membunuh enam warga sipil di kamp Bureij, sebagai kelanjutan dari perang genosida yang belum berhenti meskipun semua pembicaraan yang menyesatkan tentang gencatan senjata yang berlaku,” kata Qassem.
Sumber medis mengatakan kepada Anadolu bahwa warga Palestina tersebut syahid dan lainnya terluka sebelum fajar pada Sabtu, dalam serangan Israel yang menargetkan pertemuan sipil di kamp tersebut.
Baca Juga: Menteri Ekstremis Israel Itamar Ben-Gvir Kembali Serbu Masjid Al-Aqsa
Kemudian seorang warga Palestina lainnya syahid dalam serangan Israel di Beit Lahia di Gaza utara, sehingga jumlah korban syahid akibat serangan Israel sejak fajar menjadi tujuh orang, menurut sumber medis.
Qassem mengatakan pembunuhan tersebut menegaskan kembali tuntutan faksi perlawanan Palestina agar Israel dipaksa untuk melaksanakan fase pertama perjanjian gencatan senjata, termasuk mengakhiri semua pelanggaran, sebelum langkah apa pun menuju fase kedua.
Ia mengatakan serangan yang terus berlanjut mencerminkan “pengabaian total Israel” terhadap upaya para mediator dan negara-negara yang menjamin perjanjian tersebut.
Qassem menambahkan bahwa Israel “mengabaikan semua seruan” untuk menghentikan genosida dan mematuhi kewajiban perjanjian gencatan senjata.
Baca Juga: Rumah Sakit Terapung UEA Sambut Lima Pasien Baru dari Gaza
Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam pembunuhan warga Palestina di Bureij dan mendesak komunitas internasional untuk melindungi warga Palestina, menjatuhkan sanksi kepada Israel, dan mengaktifkan mekanisme akuntabilitas internasional.
Pembunuhan di Bureij terjadi dalam kerangka agresi, genosida, dan pembersihan etnis yang terus dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Lebih dari 72.000 orang syahid dan lebih dari 171.000 luka-luka dalam perang genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023. Serangan tersebut dihentikan di bawah gencatan senjata yang didukung AS yang mulai berlaku Oktober lalu.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 749 warga Palestina tewas dan 2.082 luka-luka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata tersebut. []
Baca Juga: Israel Tekor Rp50 Triliun per Pekan Akibat Perang dengan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Eks Perwira Israel Sebut AS Berpotensi Abaikan Tel Aviv
















Mina Indonesia
Mina Arabic