Gaza, MINA – Hamas menegaskan, penundaan yang terus dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta sikap diam Amerika Serikat menghalangi transisi menuju fase kedua dari rencana perdamaian yang didukung AS.
Pernyataan ini disampaikan oleh Mohammed Nazzal, anggota biro politik Hamas, menanggapi seruan Presiden AS Donald Trump agar gerakan tersebut menyerahkan senjata dalam waktu singkat.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, yang dikutip, Rabu (31/12), Nazzal menyatakan bahwa Netanyahu telah menerapkan kebijakan menunda, mengulur-ulur, dan bermain kata selama lebih dari dua setengah tahun, yang mempersulit peralihan ke fase kedua.
Ia menekankan bahwa sponsor AS memikul tanggung jawab utama, sementara tiga negara mediator berupaya mengatasi hambatan yang ada.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Nazzal menambahkan, keheningan dan toleransi pemerintahan AS memungkinkan Netanyahu terus melanjutkan pendekatannya.
“Jika Netanyahu terus dengan kebijakan mengulur ini, dan administrasi AS tetap diam dan menutup mata, berarti kita tidak akan berpindah ke fase kedua dan situasi akan tetap mandek seperti sekarang,” ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan antara Trump dan Netanyahu di Florida, yang difokuskan pada upaya penyelesaian konflik Gaza.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic