Beirut, MINA – Kelompok militan Hezbollah menolak rencana perundingan damai antara Lebanon dan Israel, dengan menyebut upaya tersebut sia-sia di tengah masih berlangsungnya agresi militer Israel di wilayah Lebanon.
Penolakan itu disampaikan oleh pimpinan Hizbullah, yang menilai negosiasi tidak akan membawa hasil selama serangan Israel terus berlangsung.
Mereka menegaskan bahwa dialog dalam kondisi konflik aktif hanya akan merugikan Lebanon dan tidak mencerminkan keadilan. Al-Mayadeen melaporkan, Senin (13/4).
Hezbulloh juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perlawanan terhadap Israel. Kelompok tersebut menyatakan tidak akan mengakui atau mematuhi kesepakatan apa pun yang dihasilkan dari perundingan yang dimediasi pihak luar, termasuk Amerika Serikat.
Baca Juga: Warga Lebanon Turun ke Jalan, Tegas Tolak Negosiasi dengan Israel
Rencana perundingan sendiri dijadwalkan berlangsung di Washington dengan melibatkan perwakilan Lebanon dan Israel, sebagai bagian dari upaya internasional untuk mendorong gencatan senjata.
Namun, perbedaan sikap antara pemerintah Lebanon dan Hezbollah menunjukkan adanya ketegangan internal dalam menentukan arah kebijakan negara.
Di sisi lain, konflik antara Israel dan Hezbollah terus memanas sejak awal 2026, dengan serangan udara dan pertempuran darat yang menewaskan ribuan orang serta memicu krisis kemanusiaan besar. Lebih dari satu juta warga Lebanon dilaporkan mengungsi akibat eskalasi konflik tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Studi di Jerman: Hampir Separuh Pemuda Muslim Miliki Pandangan Islamis















Mina Indonesia
Mina Arabic