Gaza, MINA – Faksi-faksi Palestina yang berkumpul di Kairo, ibu kota Mesir, telah menegaskan sikap bersama mereka. Mereka menolak untuk membahas pengaturan masa depan Jalur Gaza, kecuali pendudukan Israel memenuhi seluruh hak yang tertuang dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata yang sudah berlaku sejak Oktober lalu.
Sumber Jaridah Al-Quds, Senin (13/4) menjelaskan, sikap tegas tersebut diambil oleh tiga faksi utama di Gaza, yaitu Hamas, Jihad Islam, dan Front Populer. Posisi mereka sudah secara resmi disampaikan kepada negara-negara mediator, yaitu Mesir, Qatar, dan Turkiye.
Faksi-faksi Palestina menekankan bahwa pelanggaran Israel yang masih terus terjadi harus segera dihentikan. Pelanggaran itu antara lain menghalang-halangi masuknya bantuan kemanusiaan, yang seharusnya mencapai 600 truk per hari dan memberlakukan pembatasan pergerakan di penyeberangan Rafah.
Tidak akan ada pembahasan tentang pengaturan baru untuk Gaza, sebelum fase pertama perjanjian gencatan senjata selesai sepenuhnya dan Israel benar-benar mematuhinya.
Baca Juga: Para Pemukim Ilegal Yahudi Pasang Gerbang Besi di Kota Tua Yerusalem
Pertemuan dengan Dewan Perdamaian
Delegasi Hamas dijadwalkan bertemu dengan Nickolay Mladenov, perwakilan Dewan Perdamaian (BoP), dengan tujuan melaporkan berbagai pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata.
Dalam pertemuan itu, fokus utamanya Adalah menunjukkan bahwa Israel tidak menepati komitmennya di lapangan dan menuntut penarikan pasukan Israel dari posisi-posisi baru yang mereka ciptakan, sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap kedua perjanjian.
Faksi-faksi Palestina juga bersikeras agar Komite Nasional untuk Administrasi Jalur Gaza diberikan ruang untuk menjalankan tugas administratif dan pelayanannya secara penuh.
Baca Juga: Ribuan Warga Argentina Turun ke Jalan Serukan Dukungan untuk Palestina
Menurut mereka, terus dihalanginya kinerja komite ini adalah bagian dari kebijakan penundaan yang dilakukan Israel, demi menghindari ketentuan yang sudah disepakati dalam perjanjian kerangka kerja. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Antrean Panjang di Gaza Jadi Realitas Harian yang Hancurkan Kesehatan Mental















Mina Indonesia
Mina Arabic