Hoda Ghalia, Pengacara Muda Muslimah Palestina

Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah, pada Rabu (22/1) memanggil seorang Muslimah Palestina bernama Hoda Ghalia untuk memberikan uncapan selamat atas kinerjanya di departemen hukum sebagai pengacara yang terakreditasi secara resmi.

Menurut laporan Shehab News Agency, Haniyah memuji ketekunan Muslimah Palestina tersebut, dan mengatakan bahwa Hoda adalah Muslimah yang memiliki tekad dan cita-cita yang tinggi.

“Seolah-olah tidak ada tragedi yang menimpa diri dan keluarganya, ia terekam oleh lensa televisi global, bawa ia bersikeras untuk terus maju dan berhasil dalam proses hidupnya untuk mengekspresikan tekad dan kemauan Palestina yang tidak bisa dikalahkan meskipun keganasan apapun yang dia hadapi,” ungkap laporan tersebut.

Hoda Ghalia dianggap sebagai percontohan Muslimah Palestina atas ketekunannya. Pada tahun 2006 ia selamat dari pembantaian pasukan Israel di pantai Laut Gaza, tempat ayah dan empat saudara laki-lakinya syahid, dan ibunya terluka parah waktu itu. Hal tersebut tidak membuatnya menyerah, ia terus mengejar kariernya. Ia berhasil memperoleh gelar Sarjana Hukum pada tahun 2018. Pada Selasa, 21 Januari 2020 Departemen Hukum Hamas menetapkan secara resmi sebagai pengacara.

Hoda bersikeras untuk menyelesaikan studinya dengan kemuan dan tekadnya, ia berhasil menyelesaikan sekolah menengahnya, kemudia memasuki Universitas Islam, dan dengan kecerdasannya, ia diberikan beasiswa oleh universitas tersebut. Ia lulus pada usia 23 tahun.

Rektor Universitas Islam Adel Awwadalah mengatakan, Hoda bukanlah orang biasa di kalangan rakyat Palestina, tetapi ia adalah gambaran daris setiap orang Palestina.

“Dan itu adalah tugas kita untuk memelihara dan mendukung tekadnya, semangatnya menunjukkan bahwa mereka siap untuk melanjutkan semua tahap studi, untuknya dan semua anak-anak martir,” katanya dalam sebuah laporan. (A/R12/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA).