Indonesia Desak Junta Myanmar Bebaskan Tahanan Politik

Jakarta, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mendesak agar semua pihak di Myanmar untuk memulai dialog dan komunikasi, termasuk melepaskan tahanan politik.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan anggota senior lainnya dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa telah ditahan oleh militer sejak Senin (1/2).

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri pertemuan informal Menlu negara-negara ASEAN untuk membahas perkembangan situasi di Myanmar yang dipimpin oleh Brunei Darussalam, Ketua ASEAN tahun ini secara daring, Selasa (2/3).

Menlu RI mengatakan, situasi di Myanmar terus mengkhawatirkan karena meningkatnya korban warga sipil, yang harus kehilangan nyawa dan mengalami luka-luka.

“Oleh karena itu, Indonesia
mendesak security forces Myanmar untuk menahan diri dan tidak
menggunakan kekuatan dan kekerasan,” ujarnya.

“Keinginan, kepentingan dan suara
rakyat Myanmar harus dihormati. Demokrasi menjamin kebebasan
berpendapat,” tambah Retno.

Dalam sejarahnya, lanjutnya, ASEAN selalu mengutamakan dialog dalam menyelesaikan masalah. Kebiasaan tersebut telah berkontribusi bagi keberlangsungan hidup ASEAN selama lebih dari 50 tahun.

Untuk itu, Indonesia mendesak agar semua pihak terkait untuk memulai dialog dan komunikasi.

“Indonesia yakin bahwa ASEAN juga siap untuk memfasilitasi dialog tersebut jika diminta,” ujar Menlu RI. (L/RE1/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)