Indonesia Tarik Investasi Korsel Rp 16 Triliun untuk Industri Sel Baterai

Foto: KBRI Seoul

Seoul, MINA – Korea Selatan (Korsel) resmi akan berinvestasi di Indonesia senilai USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun di bidang kerja sama industri sel baterai.

Menurut keterangan pers Kedutaan Besar RI Seoul pada Sabtu (31/7), investasi tersebut didapat melalui kerja sama antara konsorsium Indonesia dan Korsel.

Kerja sama tersebut dikukuhkan dalam MoU yang ditandatangani pada Rabu (287) antara kedua pihak secara daring.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh CEO LG Energy Solution, Kim Jonghyun dan CEO Hyundai MOBIS, Sung-Hwan-cho mewakili pihak Konsorsium Koreel. Sementara pihak Indonesia diwakili oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT Industri Baterai Indoneia, Toto Nugroho.

Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat dan rasa bahagia atas ditandatanganinya MoU kerja sama investasi industri sel baterai antara Konsorsium Korsel dan Indonesia.

“MoU ini merupakan hasil manis yang dipetik dari proses negosiasi yang telah berlangsung cukup lama. Diharapkan kerja sama berkelanjutan tersebut untuk mendukung transformasi Indonesia menjadi negara maju dalam pengembangan industri yang layak tambah,” ujar Umar Hadi.

Berdasarkan MoU tersebut, akan dibangun pabrik sel baterai di Kawasan Industri Baru Karawang, Jawa Barat.

Pabrik tersebut akan menempati lahan seluas 33 hektar dan menyerap kurang lebih 1.000 tenaga kerja serta akan memiliki kapasitas produksi sel baterai mencapai 10 GWh dan direncanakan mulai berproduksi pada semester pertama 2024. (R/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)