Inilah Beberapa Amal Singkat Berdampak Besar

Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA

Bersyukurlah karena Allah sudah menganugerahkan kepada kita agama yang sempurma. Tidak akan pernah tersesat bagi siapapun yang tetap berpegang teguh pada agama ini (al Islam). Bahkan Allah Azza wa Jalla akan menerangi hatinya dengan cahaya-Nya.

Sebaliknya, siapa menelantarkan agama Islam ini, maka Allâh Azza wa Jalla akan memberikan balasan setimpal untuk setiap hamba-Nya yang lalai. Allâh mencintai dan memerintahkan ketaatan serta membenci dan melarang kemaksiatan.

Karena kemaksiatan itu seperti racun bagi tubuh maka ia akan memadamkan cahaya jiwa. Para pelaku maksiat bila tidak segera bertobat, maka akan mencelakakan dirinya sendiri. Imannya akan tergerus. Bahkan bisa menyebabkannya keluar dari Islam.

Dalam bahasan singkat kali ini, penulis mencoba mengupas beberapa amal (perbuatan) singkat, tapi punya dampak besar bagi pelakunya. Beberapa amal singkat itu antara lain sebagai berikut.

Pertama, tidak cerdas menjaga lisan

Ada orang, yang senangnya bicara terus, tidak kenal waktu di mana dan kapan seharusnya ia bicara. Baginya, selama ada kesempatan bicara, di situ dia akan langsung bicara, tanpa memikirkan terlebih dahulu isi kalimat yang akan diucapkannya itu.

Lisan adalah satu di antara anggota tubuh yang mudah digerakkan dan bisa menghasilkan pahala ataupun dosa. Perbuatan paling buruk yang dilakukan manusia dengan lisannya adalah berdo’a kepada selain Allâh, dan meminta hajat kepada orang-orang yang sudah mati dan patung-patung.

Berdo’a kepada selain Allâh Azza wa Jalla tergolong perbuatan syirik yang bisa menghapuskan pahala semua amal kebaikan dan menyebabkan kekal dalam neraka, sementara yang diminta juga tak kunjung diraih. Allâh Azza wa Jalla berfirman,

[وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ  ﴾  [الأحقاف: 5]

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdo’a kepada selain Allâh yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka. [Qs. al-Ahqâf/46: 5].

Selain itu, di antara dosa besar yang dilakukan dengan lisan adalah mencela Allâh, agama-Nya, dan rasul-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

[قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ ٦٥ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ﴾ [التوبة: 65- 66 ]

Katakanlah, “Apakah dengan Allâh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok ? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman. [Qs. at-Taubah/9: 65-66]

Dosa lain yang seringkali dilakukan oleh lisan adalah mengadu domba. Hal itu seperti dalam sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(( لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ )) [ متفق عليه]

Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba.” [Muttafaq ‘alaih]

Islam juga melarang mengghibahi orang Muslim yaitu mencelanya saat dia tidak ada, Islam juga melarang mencelanya di hadapannya. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

(( سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ )) [ متفق عليه ]

Mencela Muslim adalah kefasikan.” [Mutafaq Alaih]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

(( مَنْ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ )) [ متفق عليه ]

Siapa berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir’ Maka kekafiran itu bisa kembali kepada salah seorang diantara keduanya, jika perkataannya benar, maka diterima, namun jika salah maka dialah yang kafir.” [HR. Bukhari dan Muslim]. Masih banyak lagi dosa yang dilakukan oleh manusia dengan lisannya.

Kedua, thawaf di sekitar kuburuan, menyembelih atau bernadzar untuknya.

Orang yang tak berilmu agama (syariat), melakukan thawaf di sekitar kuburan, menyembelih hewan untuk kuburan, dan bernadzar untuk kuburan, maka dia jangan pernah bermimpi akan mencium wanginya surga.

Dosa musyrik itu sangat besar pengaruhnya bagi akidah seorang muslim. Bahkan Allah akan mengancam setiap hamba-Nya yang melakukan kesyirikan dengan tidak memberinya ampunan. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

[إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ﴾ [النساء: 48]

Sesungguhnya Allâh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. [Qs. an-Nisâ’/4: 48]

Ketiga, sihir.

Di antara perbuatan dosa besar lainnya adalah sihir. Penyihir itu merusak agama dan dunia. Sadar atau tidak, dia telah menyaingi Allâh Azza wa Jalla dalam rububiyah-Nya; karena penyihir mengaku bisa memberikan manfaat atau menolak bahaya.

Hukuman bagi para pelaku sihir adalah membunuhnya dengan pedang, sementara orang yang datang kepadanya dan memintannya untuk menyihir, maka dia telah kafir yang nyata.

Tidak ada satupun yang tahu tentang dunia ghaib. Ilmu ghaib disembunyikan oleh Allâh Azza wa Jalla meskipun dari para malaikat. Allâh Ta’ala berfirman,

[قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ ﴾ [النمل: 65]

Katakanlah, “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allâh”, dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan dibangkitkan.” [Qs. an-Naml/27: 65]

Siapa yang percaya kepada orang yang mengaku tahu hal yang ghaib seperti para dukun atau orang pintar dengan melihat bintang di langit atau membaca garis telapak tangan, atau lain sebagainya, maka dia telah kafir. Rasûlullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)

“Siapa mendatangi dukun, lalu memercayai apa yang dikatakannya maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhamad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [HR. Abu Dawud dan Ahmad].

Itulah di antara kekufuran yang banyak dilakukan orang dalam waktu singkat tapi dampak negatifnya begitu besar dan berbahaya serta akan terasa dalam waktu yang tidak singkat, wallahua’lam. (A/RS3/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)