Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Interpol Tolak Permintaan Penangkapan Zakir Naik

Ali Farkhan Tsani - Selasa, 19 Desember 2017 - 10:43 WIB

Selasa, 19 Desember 2017 - 10:43 WIB

115 Views

(The Hindu)

(The Hindu)

New Delhi, MINA  – Interpol telah menolak permintaan penetapan ‘red notice’ untuk penangkapan ulama terkemuka dan presiden Islamic Research Foundation (IRF) Dr Zakir Naik, atas tuduhan teror dan pencucian uang oleh Badan Investigasi Nasional NIA (National Investigation Agency) India.
Interpol telah menolak permintaan red notice dan menginstruksikan kantornya di seluruh dunia untuk menghapus semua data dari file-file mengenai dia,” kata juru bicara Naik, sepertio disebutkan Yahoo.com, Sabtu (16/12).

Permintaan NIA untuk ‘red notice’ terhadap Zakir Naik tidak diterima oleh Interpol karena dakwaan tidak diajukan saat permintaan diajukan ke Interpol.

Kini, NIA akan mengajukan permintaan baru kepada Interpol karena sebuah dakwaan telah diajukan ke pengadilan NIA kepada yang bersangkutan di Mumbai.

Ia menghadapi tuduhan menghasut aktivitas untuk teror, pidato  kebencian di kalangan pemuda dan pencucian uang.

Baca Juga: Penggemar Serukan Pemerintah Korsel Boikot Israel dari Ajang K-Pop World Festival 2024

Naik melarikan diri dari India setelah beberapa teroris yang diduga terlibat dalam serangan kafe Dhaka mengklaim bahwa mereka terinspirasi oleh pidatonya.

Tahun lalu, cabang Mumbai Investigasi Nasional telah mendaftarkan sebuah kasus terhadap Zakir Naik di bawah berbagai bagian dalam KUHP India dan Undang-Undang Tindakan Pencegahan (UAPA) yang melanggar hukum. Ini setelah Kementerian Dalam Negeri Union telah mengumumkan IRF yang berbasis di Mumbai sebagai asosiasi yang melanggar hukum.

Kementerian Luar Negeri (MEA) bulan lalu mengatakan bahwa konsultasi antardepartemen dilakukan untuk ekstradisi Zakir Naik dari Malaysia.

Zakir Naik membantah keras semua tuduhan itu, dan menyebutkan bahwa ia menolak semua ajaran kekerasan dan teros.

Baca Juga: Sedikitnya 18 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Bus di India Utara

Ia menyebut, Islam adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang penuh rahmat.

Ke Indonesia

Dr Zakir Naik kelahiran India, pernah mengadakan silaturahim dan memberikan tausiyahnya ke Indonesia. Zakir memberikan kuliah umum di lima kota Indonesia 1-10 April 2017. Kelima kota yang bakal dikunjungi oleh pendiri Islamic Research Foundation (IRF) itu adalah Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, Bekasi, dan Makassar.

Tentang pengaruh Zakir NaikIndian Express dalam terbitan 22 Februari 2009 lalu memasukan dia ke dalam peringkat 82 dari “100 Orang India Terkuat 2009” di antara satu miliar penduduk India.

Baca Juga: MAPIM Buka Forum “Gaza Bangkit” Bersama Ustaz Abdul Somad

Ia memang dikenal sebagai seorang pembicara Muslim India dan penulis hal-hal tentang Islam dan Perbandingan Agama-Agama.

Ceramah-ceramah Zakir Naik memang seringkali dihadiri oleh ribuan jamaah yang tidak hanya beragama Islam, tetapi juga Hindu, Budha, Kristen, dan bahkan atheisme. Siapapun dan apapun pertanyaannya akan dijawabnya dengan sempurna dan tak terbantahkan.

Ulama  ini unggul dalam debat dan dialog antar-agama, didukung oleh kemampuannya menghafal Al-Quran (hafidz) dan hafal Shahih Bukhari dan Muslim. Naik juga menghafal kitab dari agama lain, seperti Weda, Tripitaka, Bhagavad Gita. (T/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Asosiasi Akademisi dan Penulis Internasional Keluarkan Sikap Terhadap Genosida Israel

Rekomendasi untuk Anda

Kolom
Palestina
Indonesia
Timur Tengah
Khadijah